Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3061 tentang Adab minum air zamzam menghadap kiblat tiga teguk

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab minum air Zamzam yang diajarkan oleh Nabi ﷺ melalui Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Adab tersebut adalah menghadap kiblat (Ka'bah), menyebut nama Allah, bernafas tiga kali (tidak minum satu tegukan tanpa bernafas), minum sampai puas/kenyang, dan memuji Allah setelah selesai. Hadits ini juga menjelaskan bahwa minum air Zamzam sampai puas adalah salah satu tanda keimanan, karena orang-orang munafik tidak akan melakukannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 3061:

Teks hadits yang disebutkan dalam pertanyaan adalah riwayat dari Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Bakr, ia berkata: "Aku sedang duduk di sisi Ibnu Abbas, lalu seorang laki-laki datang dan berkata: 'Dari mana engkau datang?' Ia menjawab: 'Dari Zamzam.' Ibnu Abbas berkata: 'Apakah engkau minum darinya sebagaimana mestinya?' Ia bertanya: 'Bagaimana caranya?' Ibnu Abbas berkata: 'Jika engkau minum darinya, maka hadaplah Ka'bah, sebutlah nama Allah, bernafaslah tiga kali, dan minumlah sampai puas. Jika engkau selesai, maka pujilah Allah 'Azza wa Jalla. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya tanda pembeda antara kita dan orang-orang munafik adalah mereka tidak minum sampai puas dari Zamzam.""

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang air yang keluar dari bumi sebagai tanda kekuasaan-Nya:

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

"Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?" (QS. Al-Anbiya' [21]: 30)

Air Zamzam adalah salah satu air yang diberkahi oleh Allah, dan hadits ini menunjukkan keutamaannya.

Penjelasan Rinci

1. Keutamaan Air Zamzam

Air Zamzam adalah air yang keluar dari sumur di dekat Ka'bah, yang muncul sebagai mukjizat untuk Nabi Ismail 'alaihissalam dan ibunya Hajar. Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in sangat memuliakan air ini. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma sendiri yang meriwayatkan hadits ini menunjukkan perhatian besar para sahabat terhadap adab minum air Zamzam.

2. Adab Minum Air Zamzam

Dalam hadits ini, Ibnu Abbas mengajarkan beberapa adab:

  • Menghadap Ka'bah – Ini menunjukkan penghormatan kepada Baitullah, dan ini adalah adab yang baik ketika minum air yang mulia.
  • Menyebut nama Allah – Yaitu membaca Bismillah sebelum minum, sebagaimana adab makan dan minum dalam Islam.
  • Bernafas tiga kali – Artinya tidak minum sekaligus dalam satu tegukan, tetapi berhenti sejenak untuk bernafas di luar wadah. Ini sesuai dengan hadits Nabi ﷺ: "Janganlah salah seorang dari kalian bernafas di dalam wadah minuman." (HR. Bukhari dari Abu Qatadah)
  • Minum sampai puas (tadallu') – Yaitu minum sampai kenyang dan puas. Ini adalah kekhususan air Zamzam, karena biasanya minum sampai kenyang bisa berbahaya, tetapi untuk Zamzam justru dianjurkan.
  • Memuji Allah setelah selesai – Yaitu mengucapkan Alhamdulillah sebagai rasa syukur.

3. Makna "Tanda Pembeda dengan Orang Munafik"

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa orang-orang munafik tidak akan minum air Zamzam sampai puas, karena hati mereka tidak merasakan keimanan dan kecintaan terhadap syiar-syiar Allah. Sedangkan orang mukmin yang hatinya penuh iman akan merasa senang dan puas dengan air yang diberkahi ini. Ini bukan berarti setiap orang yang tidak bisa minum banyak adalah munafik, tetapi ini adalah isyarat bahwa kecintaan kepada syiar Allah adalah tanda keimanan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa minum air Zamzam sampai puas adalah sunnah, dan ini adalah salah satu kekhususan air Zamzam.

4. Apakah Hadits Ini Shahih?

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan para ulama hadits berbeda pendapat tentang statusnya. Namun, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Ibnu Majah. Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, dan maknanya sesuai dengan keutamaan air Zamzam yang masyhur.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma adalah salah seorang sahabat yang sangat perhatian terhadap adab-adab ibadah. Suatu hari, seorang laki-laki datang kepadanya setelah minum dari Zamzam, dan Ibnu Abbas bertanya: "Apakah engkau minum darinya sebagaimana mestinya?" Laki-laki itu bingung dan bertanya: "Bagaimana caranya?" Maka Ibnu Abbas mengajarkan kepadanya adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat mengajarkan adab-adab yang mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang, tetapi memiliki nilai besar di sisi Allah. Mereka tidak hanya mengajarkan hukum halal-haram, tetapi juga adab dan tata cara yang sempurna dalam beribadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan minum Zamzam sebagai ibadah – Karena air ini adalah air yang diberkahi dan memiliki keutamaan khusus.
  2. Amalkan adab yang diajarkan: menghadap kiblat, membaca Bismillah, bernafas tiga kali di luar wadah, minum sampai puas, dan memuji Allah setelah selesai.
  3. Jangan ragu untuk minum sampai kenyang – Ini adalah kekhususan air Zamzam yang tidak dimiliki air lain.
  4. Jadikan kecintaan kepada syiar Allah sebagai tanda keimanan – Sebagaimana orang mukmin senang dengan air Zamzam, maka kita juga harus senang dengan semua syiar Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.