Bab Khutbah pada Hari Nahr
Hasan oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu abdi allahi ibni numayrin, haddatsana abi, an muhammadi ibni ishaqa, an abdi assalami, ani azzuhriyyi, an muhammadi ibni jubayri ibni muthimin, an abihi, qala qama rasulu allahi bialkhayfi min minan faqala " naddhara allahu amraan samia maqalati faballaghaha farubba hamili fiqhin ghayru faqihin warubba hamili fiqhin ila man huwa afqahu minhu tsalatsun la yughillu alayhinna qalbu muminin ikhlashu alamali lillahi waannashihahu liwulahi almuslimina waluzumu jamaatihim fainna dawatahum tuhithu min waraihim ".
Dari Muhammad bin Jubair bin Mut'im, bahwa ayahnya berkata: "Rasulullah ﷺ berdiri di Khaif di Mina dan berkata: 'Semoga Allah memancarkan wajahnya, orang yang mendengar ucapanku dan menyampaikannya. Mungkin saja orang yang membawa ilmu tidak memahaminya, dan mungkin saja dia menyampaikannya kepada orang yang lebih memahaminya. Ada tiga hal yang tidak akan dikhianati oleh hati seorang mukmin: ikhlas dalam beramal karena Allah, memberi nasihat yang tulus kepada para penguasa kaum Muslimin, dan berpegang pada jama'ah (kumpulan) mereka. Karena doa mereka akan mencakup semua orang di sekitar mereka.'"