Bab Bai'ah
Shahih oleh Darussalam
haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, haddatsana abdu allahi ibnu idrisa, an muhammadi ibni ishaqa, wayahya ibni saidin, waubaydi allahi ibni umara, wabni, ajlana an ubadaha ibni alwalidi ibni ubadaha ibni asshamiti, an abihi, an ubadaha ibni asshamiti, qala bayana rasula allahi ala assami waatthaahi fi alusri waalyusri waalmansyathi waalmakrahi waalatsarahi alayna waan la nunazia alamra ahlahu waan naqula alhaqqa haytsuma kunna la nakhafu fi allahi lawmaha laimin.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris, dari Muhammad bin Ishaq, dan Yahya bin Sa'id, dan Ubaidullah bin Umar, dan Ibn Ajlan dari Ubadah bin Al-Walid bin Ubadah bin Al-Samit, dari ayahnya, dari Ubadah bin Al-Samit, ia berkata: "Kami telah membai'at Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mendengarkan dan taat dalam keadaan sulit dan mudah, dengan senang hati atau terpaksa, dan ketika orang lain lebih diutamakan daripada kami, dan bahwa kami tidak akan memperdebatkan urusan orang-orang yang berkuasa, dan bahwa kami akan berkata yang benar di mana pun kami berada, dan bahwa kami tidak akan takut pada celaan orang yang mencela dalam berbuat atau berbicara demi Allah."