Sunan Ibnu Majah · Kitab Jihad · No. 2820

Bab Larangan Mengenakan Sutra dan Brokat dalam Perang

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ عَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ يَنْهَى عَنِ الْحَرِيرِ، وَالدِّيبَاجِ، إِلاَّ مَا كَانَ هَكَذَا ثُمَّ أَشَارَ بِإِصْبَعِهِ ثُمَّ الثَّانِيَةِ ثُمَّ الثَّالِثَةِ ثُمَّ الرَّابِعَةِ وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَنْهَانَا عَنْهُ .

haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana hafshu ibnu ghiyatsin, an ashimin alahwali, an abi utsmana, an umara, annahu kana yanha ani alhariri, waaddibaji, ila ma kana hakadza tsumma asyara biishbaihi tsumma attsaniyahi tsumma attsalitsahi tsumma arrabiahi waqala kana rasulu allahi yanhana anhu.

Diriwayatkan dari ‘Umar bahwa ia biasa melarang sutra dan brokat kecuali yang seperti itu, kemudian ia mengisyaratkan dengan jarinya, kemudian jarinya yang kedua, kemudian jarinya yang ketiga, kemudian jarinya yang keempat, dan berkata: "Rasulullah ﷺ biasa melarang kami dari itu."

Penjelasan