Bab Manfaat Ilmu dan Mengamalkannya
haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, waalhusaynu ibnu abdi arrahmani, qala haddatsana abdu allahi ibnu numayrin, an muawiyaha annashriyyi, an nahsyalin, ani addhahhaki, ani alaswadi ibni yazida, an abdi allahi ibni masudin, qala law anna ahla alilmi, shanu alilma wawadhauhu inda ahlihi lasadu bihi ahla zamanihim walakinnahum badzaluhu lahli addunya liyanalu bihi min dunyahum fahanu alayhim samitu nabiyyakum yaqulu " man jaala alhumuma hamman wahidan hamma akhiratihi kafahu allahu hamma dunyahu waman tasyaabat bihi alhumumu fi ahwali addunya lam yubali allahu fi ai awdiyatiha halaka ". qala abu alhasani haddatsana khazimu ibnu yahya, haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, wamuhammadu ibnu abdi allahi ibni numayrin, qala haddatsana abnu numayrin, an muawiyaha annashriyyi, - wakana tsiqahan - tsumma dzakara alhaditsa nahwahu biisnadihi.
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata: "Jika para ahli ilmu menjaga ilmunya dan menyampaikannya hanya kepada orang-orang yang peduli, niscaya mereka akan menjadi pemimpin di zamannya. Namun mereka menyia-nyiakannya kepada orang-orang kaya dan berstatus di dunia ini untuk mendapatkan manfaat duniawi, sehingga orang-orang kaya dan berstatus mulai merendahkan mereka. Saya mendengar Nabi kalian - ﷺ - bersabda: 'Siapa yang menjadikan semua urusannya hanya satu urusan, yaitu urusan akhiratnya, Allah akan mencukupinya dan menghindarkannya dari urusan dunia. Namun siapa yang terpecah dalam urusan dunia, Allah tidak peduli di lembah mana dia akan binasa.'" (Da'if)