Bab Memanfaatkan Ilmu dan Mengamalkannya
HR. Ibnu Majah no. 253Hasan · Al-Albani
Penilaian ulama berbeda: Darussalam: Dha'if · Al-Albani: Hasan · Syu'aib Al-Arnauth: Hasan
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا أَبُو كَرِبٍ الأَزْدِيُّ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ ـ ﷺ ـ قَالَ " مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ " .
Cara baca (latin)
haddatsana hisyamu ibnu ammarin, haddatsana hammadu ibnu abdi arrahmani, haddatsana abu karibin alazdiyyu, an nafiin, ani abni umara, ani annabiyyi qala " man thalaba alilma liyumariya bihi assufahaa aw liyubahiya bihi alulamaa aw liyashrifa wujuha annasi ilayhi fahuwa fi annari ".
Dari Ibn 'Umar, bahwa: Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang mencari ilmu untuk berdebat dengan orang bodoh, atau untuk pamer di hadapan para ulama, atau untuk menarik perhatian orang-orang kepadanya, maka ia akan berada di neraka."
Belajar nahwu 18 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Siapa yang mencari ilmu untuk berdebat dengan orang bodoh, atau untuk pamer di hadapan para ulama, atau untuk menarik perhatian orang-orang kepadanya, maka ia akan berada di neraka.
Analisis dibantu AI.