Bab Penegasan Tentang Riba
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ إِنَّ آخِرَ مَا نَزَلَتْ آيَةُ الرِّبَا وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قُبِضَ وَلَمْ يُفَسِّرْهَا لَنَا فَدَعُوا الرِّبَا وَالرِّيبَةَ .
Telah menceritakan kepada kami Nasr bin Ali Al-Jahdami, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al-Harith, telah menceritakan kepada kami Said, dari Qatadah, dari Said bin Al-Musayyab, dari Umar bin Khattab, ia berkata: "Sesungguhnya ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat tentang riba, dan sesungguhnya Rasulullah SAW wafat dan tidak menjelaskan ayat tersebut kepada kami. Maka tinggalkanlah riba dan hal-hal yang meragukan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
