Sunan Ibnu Majah · Kitab Pernikahan · No. 1925

Bab Larangan Berhubungan dengan Wanita dari Belakang

Shahih oleh Darussalam

حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ، وَجَمِيلُ بْنُ الْحَسَنِ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ كَانَتْ يَهُودُ تَقُولُ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِي قُبُلِهَا مِنْ دُبُرِهَا كَانَ الْوَلَدُ أَحْوَلَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ .

haddatsana sahlu ibnu abi sahlin, wajamilu ibnu alhasani, qala haddatsana sufyanu ibnu uyaynaha, an muhammadi ibni almunkadiri, annahu samia jabira ibna abdi allahi, yaqulu kanat yahudu taqulu man ata amraahan fi qubuliha min duburiha kana alwaladu ahwala faanzala allahu subhanahu nisaukum hartsun lakum fatu hartsakum anna syitum.

Diriwayatkan dari Muhammad bin Munkadir: bahwa ia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata: “Orang-orang Yahudi biasa mengatakan bahwa jika seorang pria berhubungan dengan seorang wanita di vaginanya dari belakang, maka anak tersebut akan memiliki juling. Kemudian Allah, Yang Maha Agung, menurunkan: 'Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu, kapan saja dan bagaimana saja kamu mau.' ”

Penjelasan