Bab Tentang Apa yang Ditolak oleh Jahmiyah
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ، عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ قَالَ " كَانَ فِي عَمَاءٍ مَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ وَمَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ ثُمَّ خَلَقَ الْعَرْشَ عَلَى الْمَاءِ " .
Waki' bin Hudus meriwayatkan bahwa pamannya Abu Razin berkata: 'Saya berkata: 'Wahai Rasulullah, di mana Tuhan kita sebelum Dia menciptakan ciptaan-Nya?' Dia berkata: 'Dia berada di atas awan, di bawahnya ada udara, dan di atasnya ada udara dan air. Kemudian Dia menciptakan Arsy di atas air.'