Bab Tentang Orang yang Meninggal dan Masih Memiliki Puasa Nadzar
HR. Ibnu Majah no. 1759Shahih · Darussalam
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ ـ ﷺ ـ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمٌ أَفَأَصُومُ عَنْهَا قَالَ " نَعَمْ " .
Cara baca (latin)
haddatsana zuhayru ibnu muhammadin, haddatsana abdu arrazzaqi, an sufyana, an abdi allahi ibni athain, ani abni buraydaha, an abihi, qala jaati amraahun ila annabiyyi faqalat ya rasula allahi inna ummi matat waalayha shawmun afaashumu anha qala " naam ".
Diriwayatkan dari Ibn Buraidah bahwa ayahnya berkata: "Seorang wanita datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: 'Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan dia memiliki puasa yang harus dilakukan. Haruskah aku berpuasa untuknya?' Ia berkata: 'Ya.'"