Bab Apa yang Dikatakan dalam Berduka atas Mayit
Hasan oleh Darussalam
haddatsana suwaydu ibnu saidin, haddatsana yahya ibnu sulaymin, ani abni khutsaymin, an syahri ibni hawsyabin, an asmaa ibinti yazida, qalat lamma tuwuffiya abnu rasuli allahi ibrahimu baka rasulu allahi faqala lahu almuazzi - imma abu bakrin waimma umaru - anta ahaqqu man azzhama allaha haqqahu. qala rasulu allahi " tadmau alaynu wayahzanu alqalbu wala naqulu ma yuskhithu arrabba lawla annahu wadun shadiqun wamawudun jamiun waanna alakhira tabiun lilawwali lawajadna alayka ya ibrahimu afdhala mimma wajadna wainna bika lamahzununa ".
Diriwayatkan bahwa Asma’ binti Yazid berkata: “Ketika Ibrahim, putra Rasulullah ﷺ, meninggal, Rasulullah ﷺ menangis. Orang yang menghiburnya, baik Abu Bakr atau ‘Umar, berkata kepadanya: ‘Engkau adalah orang yang paling berhak untuk memuliakan Allah dengan apa yang seharusnya.’ Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Air mata mengalir dan hati berduka, tetapi kami tidak mengucapkan sesuatu yang membuat Rabb marah. Seandainya tidak ada kematian yang pasti akan datang kepada semua, dan bahwa yang terakhir pasti akan bergabung dengan yang pertama, maka kami akan lebih dari apa yang kami alami, sesungguhnya kami berduka untukmu.’”