Bab Apa yang Dikatakan tentang Shalat atas Para Syuhada dan Penguburan Mereka
Shahih oleh Darussalam
haddatsana muhammadu ibnu rumhin, anbaana allaytsu ibnu sadin, ani abni syihabin, an abdi arrahmani ibni kabi ibni malikin, an jabiri ibni abdi allahi, anna rasula allahi kana yajmau bayna arrajulayni waattsalatsahi min qatla uhudin fi tsawbin wahidin tsumma yaqulu " ayyuhum aktsaru akhdzan lilqurani ". faidza usyira lahu ila ahadihim qaddamahu fi allahdi waqala " ana syahidun ala haulai ". waamara bidafnihim fi dimaihim walam yushalli alayhim walam yughassalu.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh, ia memberitakan kepada kami Al-Layth bin Sa'd, dari Ibn Shihab, dari Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik, dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengumpulkan dua atau tiga orang yang terbunuh di Uhud dalam satu kain kafan. Kemudian beliau bertanya: "Siapa di antara mereka yang paling banyak menghafal Al-Qur'an?" Jika salah satu dari mereka ditunjuk, beliau mendahulukannya dalam liang kubur dan berkata: "Saya adalah saksi atas mereka." Beliau memerintahkan agar mereka dikuburkan dengan darah mereka dan tidak shalat atas mereka serta tidak dicuci.