Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan ringkas, berisi tentang enam hak seorang muslim atas muslim lainnya. Enam hak ini adalah bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) yang sempurna. Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak hidup sendiri, tetapi saling peduli, mulai dari perkara yang ringan seperti memberi salam, hingga perkara yang berat seperti mengurus jenazah, dan diakhiri dengan puncak akhlak, yaitu cinta karena Allah untuk saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Jana'iz, Bab "Ma Yuqalu 'Inda 'Iyadatil-Maridh" (no. 1433). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2162) dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna.
Teks Hadits (dari riwayat Ibnu Majah):
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " لِلْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتَّةٌ بِالْمَعْرُوفِ يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَتْبَعُ جِنَازَتَهُ إِذَا مَاتَ وَيُحِبُّ لَهُ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ "
Terjemahan: Dari 'Ali radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang muslim memiliki enam hak atas muslim lainnya: memberi salam ketika bertemu, memenuhi undangannya, mendoakannya (dengan yarhamukallah) ketika ia bersin (dan memuji Allah), menjenguknya ketika sakit, mengikuti jenazahnya ketika meninggal, dan mencintai untuknya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini adalah landasan utama dalam bab adab dan mu'amalah antar sesama muslim. Para ulama dari kalangan Salaf sangat memperhatikan hadits-hadits semacam ini. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush-Shalihin (Bab: Hak-Hak Sesama Muslim) mencantumkan hadits ini sebagai salah satu hadits inti yang wajib diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim. Beliau menjelaskan bahwa hadits ini adalah dasar dari akhlak sosial dalam Islam.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung enam hak yang saling terkait, yang jika dijalankan akan mempererat tali persaudaraan. Mari kita rinci satu per satu:
- Memberi Salam Ketika Bertemu (يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ)
Ini adalah hak yang paling ringan dan sering kita lupakan. Memberi salam adalah doa keselamatan dan tanda cinta. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ, "Apa amalan Islam yang paling baik?" Beliau menjawab, "Memberi makan (kepada yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal." (HR. Al-Bukhari no. 28). Ini menunjukkan bahwa salam adalah sarana untuk menyebarkan kasih sayang dan menghilangkan rasa asing di antara sesama.
- Memenuhi Undangan (وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ)
Ini mencakup undangan walimah, jamuan makan, atau undangan kebaikan lainnya. Memenuhi undangan adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kepada saudara kita. Namun, para ulama menjelaskan bahwa undangan yang wajib dipenuhi adalah undangan walimatul 'urs (pernikahan), selama tidak ada kemungkaran di dalamnya. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa memenuhi undangan walimah adalah wajib, berdasarkan perintah Nabi ﷺ dalam hadits lain, "Barangsiapa yang diundang untuk walimah, maka hendaknya ia datang." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
- Mendoakan Orang yang Bersin (وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ)
Ketika seorang muslim bersin dan memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), maka saudaranya yang mendengar wajib mendoakannya dengan Yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Ini adalah bentuk saling mendoakan dan perhatian terhadap kondisi saudara kita. Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ secara khusus, menunjukkan bahwa bahkan dalam hal kecil seperti bersin pun, Islam mengajarkan kita untuk saling mendoakan kebaikan.
- Menjenguk Ketika Sakit (وَيَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ)
Menjenguk orang sakit adalah hak yang agung. Ini adalah bentuk dukungan moral dan spiritual bagi saudara kita yang sedang diuji. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah salah satu amalan yang paling utama karena di dalamnya terdapat doa, penghiburan, dan pengingat akan kematian. Beliau menukil perkataan Al-Hasan Al-Bashri bahwa menjenguk orang sakit adalah salah satu dari hak-hak Islam yang jika ditinggalkan, maka akan terputuslah tali persaudaraan.
- Mengikuti Jenazah (وَيَتْبَعُ جِنَازَتَهُ إِذَا مَاتَ)
Ini adalah hak terakhir yang bisa kita berikan kepada saudara kita yang telah meninggal. Mengikuti jenazah hingga ke pemakaman adalah bentuk penghormatan terakhir, mendoakan, dan mengantarkan saudara kita ke tempat peristirahatannya. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa mengikuti jenazah hingga selesai penguburan adalah fardhu kifayah (kewajiban kolektif) bagi umat Islam, dan bagi yang mengikutinya hingga selesai, ia akan mendapatkan pahala yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
- Mencintai Saudaranya Seperti Mencintai Dirinya Sendiri (وَيُحِبُّ لَهُ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ)
Ini adalah puncak dari semua hak di atas. Ini adalah inti dari iman. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Al-Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45). Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil-Abrar menjelaskan bahwa cinta ini haruslah cinta karena Allah, bukan karena kepentingan dunia. Cinta ini akan mendorong seseorang untuk tidak iri, tidak dengki, dan selalu ingin memberikan kebaikan kepada saudaranya, baik dalam urusan agama maupun dunia.
Story Telling
Dahulu, ada seorang ulama besar dari kalangan Tabi'in bernama Sa'id bin Al-Musayyib. Beliau dikenal sebagai seorang yang sangat alim dan zuhud. Suatu ketika, beliau ditanya tentang hak seorang muslim atas muslim lainnya. Maka beliau pun menyebutkan hadits-hadits Nabi ﷺ tentang hal ini, termasuk hadits tentang enam hak ini.
Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana beliau mempraktikkannya. Dikisahkan bahwa beliau sangat menjaga silaturahmi dan hak-hak saudaranya. Suatu hari, beliau mendengar ada seorang saudaranya yang sakit. Maka beliau pun segera bergegas untuk menjenguknya, meskipun jaraknya jauh dan cuaca sangat panas. Ketika ditanya mengapa beliau bersusah payah seperti itu, beliau menjawab, "Karena aku takut jika aku tidak menjenguknya, maka akan terputuslah hak persaudaraan yang diajarkan oleh Nabi kita ﷺ. Dan aku tidak ingin menjadi orang yang meremehkan hak seorang muslim."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama Salaf tidak hanya menghafal hadits, tetapi mereka benar-benar menghidupkannya dalam keseharian. Mereka memahami bahwa menjaga hak-hak sesama muslim adalah bagian dari ibadah dan bukti keimanan.
Kesimpulan Praktis
Dari hadits yang agung ini, ada beberapa poin yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari:
- Mulai dari yang kecil: Biasakan untuk mengucapkan salam kepada siapa pun yang kita temui, baik yang kita kenal maupun tidak. Ini adalah amalan yang ringan namun besar pahalanya.
- Jaga hubungan baik: Penuhi undangan saudara kita selama tidak ada kemungkaran di dalamnya. Ini adalah bentuk penghargaan dan mempererat silaturahmi.
- Perhatikan kondisi saudara: Jangan lupa untuk mendoakan saudara yang bersin, menjenguk yang sakit, dan mengantarkan jenazah yang meninggal. Ini adalah wujud kepedulian kita.
- Luruskan niat: Jadikan semua amalan ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan bukti cinta kita kepada saudara seiman. Tanamkan dalam hati untuk selalu menginginkan kebaikan bagi orang lain sebagaimana kita menginginkannya untuk diri sendiri.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.