Shalat sebagai Penghapus Dosa
Shahih oleh Darussalam
haddatsana sufyanu ibnu wakiin, haddatsana ismailu abnu ulayyaha, an sulaymana attaymiyyi, an abi utsmana annahdiyyi, an abdi allahi ibni masudin, anna rajulan, ashaba mini amraahin yani ma duna alfahisyahi fala adri ma balagha ghayra annahu duna azzina faata annabiyya fadzakara dzalika lahu faanzala allahu subhanahu aqimi asshalaha tharafai annahari wazulafan mina allayli inna alhasanati yudzhibna assayyiati dzalika dzikra lilddzakirina faqala ya rasula allahi ali hadzihi qala " liman akhadza biha ".
Dari Abdullah bin Mas‘ud ra., bahwa ada seorang laki-laki yang melakukan sesuatu dengan seorang perempuan yang kurang dari perbuatan zina; aku tidak mengetahui sejauh mana perbuatannya, tetapi itu di bawah zina. Ia datang kepada Nabi ﷺ dan menyampaikan hal itu kepada beliau. Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada sebagian malam. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan menghapuskan kejahatan-kejahatan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau mengingat.” (QS. Hud: 114). Laki-laki itu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah ayat ini hanya untukku?” Beliau bersabda: “Untuk siapa saja yang mengamalkannya.”