Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1355 tentang Doa tahajjud Nabi dengan pujian dan tauhid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa yang dibaca Nabi ﷺ ketika bangun untuk shalat tahajjud di malam hari. Isinya adalah pujian kepada Allah sebagai cahaya, penegak, dan pemilik langit-bumi, serta pengakuan atas kebenaran janji, pertemuan, surga, neraka, hari kiamat, para nabi, dan Nabi Muhammad ﷺ. Doa ini juga berisi penyerahan diri, tawakal, taubat, permohonan ampun, dan pengakuan bahwa tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnahnya, Bab Doa Ketika Berdiri dari Malam (no. 1355), dari jalur Sufyan bin 'Uyainah — salah satu ulama dalam daftar — dari Sulaiman al-Ahwal, dari Thawus bin Kaisan (Tabi'in), dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما.

Hadits semakna juga diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dalam Shahih keduanya, dengan lafaz yang lebih panjang, dikenal sebagai doa tahajjud Nabi ﷺ.

Ayat yang sangat berkaitan dengan makna doa ini:

QS. Al-Isra' [17]: 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

QS. Az-Zumar [39]: 53 (tentang luasnya ampunan):

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'"

Penjelasan Rinci

1. Kedudukan doa ini.

Doa ini dikenal sebagai doa tahajjud atau doa istiftah malam. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini dibaca setelah takbiratul ihram, sebagai pembuka shalat malam, dan mengandung tauhid yang sangat agung. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa doa ini menghimpun pokok-pokok iman: tauhid, kenabian, hari akhir, tawakal, dan istighfar.

2. "Engkau adalah cahaya langit dan bumi."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna nur di sini: Allah adalah pemberi cahaya, penunjuk, dan pengatur langit serta bumi. Bukan berarti Allah "bercampur" dengan makhluk, melainkan Allah Maha Suci dan Maha Tinggi, dan cahaya adalah salah satu sifat perbuatan-Nya. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menegaskan bahwa hati manusia tidak akan mendapat cahaya kecuali dengan mengikuti petunjuk Allah.

3. "Engkau adalah penegak (qayyam) langit dan bumi."

As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa Allah adalah al-Qayyum, yang berdiri sendiri dan menegakkan segala sesuatu. Tanpa penjagaan-Nya, langit dan bumi akan hancur. Karena itu, seorang hamba yang shalat malam menyadari bahwa dirinya sangat bergantung kepada Allah.

4. "Engkau adalah kebenaran (al-Haqq)."

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa al-Haqq berarti Allah adalah wujud yang pasti, tidak mungkin tidak ada, dan segala selain-Nya keberadaannya bergantung kepada-Nya. Maka janji-Nya benar, pertemuan dengan-Nya benar, surga dan neraka benar, hari kiamat benar, para nabi benar, dan Nabi Muhammad ﷺ benar.

5. "Kepada-Mu aku berserah, beriman, bertawakal, bertaubat."

Ini adalah empat pilar tauhid amali: islam (penyerahan), iman (keyakinan), tawakal (ketergantungan hati), dan inabah (kembali kepada Allah). Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa doa malam Nabi ﷺ adalah madrasah tauhid bagi umatnya.

6. "Ampunilah aku apa yang telah lalu dan yang akan datang."

An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah bentuk tawadhu' dan pengakuan kelemahan hamba. Meskipun Nabi ﷺ ma'shum (terjaga dari dosa), beliau tetap beristighfar sebagai pengajaran bagi umatnya.

7. Perbedaan riwayat.

Riwayat pertama menyebut "إذا تهجّد من الليل" (ketika tahajjud di malam hari), riwayat kedua menyebut "إذا قام من الليل للتهجّد" (ketika berdiri untuk tahajjud). Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah menilai hadits ini shahih. Tidak ada pertentangan; keduanya menunjukkan doa ini dibaca saat memulai shalat malam.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas رضي الله عنهما — sepupu Nabi ﷺ dan salah satu ulama tafsir terbesar di kalangan sahabat — pernah menginap di rumah bibinya Maimunah رضي الله عنها, istri Nabi ﷺ. Ia menceritakan: "Aku tidur melintang di kasur, sementara Nabi ﷺ dan istrinya tidur memanjang. Nabi ﷺ tidur hingga tengah malam, lalu bangun, mengusap wajahnya, membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali 'Imran, lalu bersiwak, berwudhu, dan shalat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dari pengalaman langsung inilah Ibnu Abbas meriwayatkan doa tahajjud ini kepada Thawus bin Kaysan, salah satu Tabi'in terpercaya, yang kemudian menyampaikannya kepada Sulaiman al-Ahwal, lalu kepada Sufyan bin 'Uyainah. Hikmahnya: ilmu agama diwariskan dari generasi ke generasi dengan sanad yang terjaga, dan seorang murid hendaknya tekun menyertai gurunya untuk menimba ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Hidupkan shalat tahajjud, minimal dua rakaat setiap malam, karena ia adalah kebiasaan Nabi ﷺ dan para salaf.
  2. Baca doa ini setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama shalat malam, sesuai petunjuk hadits.
  3. Renungkan maknanya — bahwa Allah adalah cahaya, penegak, dan pemilik segala sesuatu; bahwa janji-Nya, surga, neraka, dan hari kiamat adalah benar.
  4. Perbanyak istighfar di malam hari, memohon ampun atas dosa yang lalu dan yang akan datang, yang tersembunyi dan yang tampak.
  5. Jaga tauhid amali: berserah, beriman, bertawakal, dan bertaubat hanya kepada Allah, serta menyadari bahwa tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?