Bab Apa yang Dikatakan tentang Tombak pada Hari Raya
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ إِذَا صَلَّى يَوْمَ عِيدٍ أَوْ غَيْرَهُ نُصِبَتِ الْحَرْبَةُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ مِنْ خَلْفِهِ . قَالَ نَافِعٌ فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الأُمَرَاءُ .
Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Said, telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir, dari Ubaidullah, dari Nafi', dari Ibn Umar, ia berkata: "Ketika Nabi ﷺ shalat pada hari raya atau pada kesempatan lain, sebuah tombak kecil didirikan di depannya, dan ia shalat menghadapnya, dan orang-orang berada di belakangnya." Nafi' berkata: "Dari sini para pemimpin mengambil praktik ini."