Bab Tentang Siapa yang Salam dari Dua atau Tiga (Rakaat) Karena Lupa
Shahih oleh Darussalam
haddatsana aliyyu ibnu muhammadin, haddatsana abu usamaha, ani abni awnin, ani abni sirina, an abi hurayraha, qala shalla ibina rasulu allahi ihda shalatai alasyiyyi rakatayni tsumma sallama tsumma qama ila khasyabahin kanat fi almasjidi yastanidu ilayha fakharaja saraanu annasi yaquluna qashurati asshalahu. wafi alqawmi abu bakrin waumaru fahabahu an yaqula lahu syayan wafi alqawmi rajulun thawilu alyadayni yusamma dza alyadayni faqala ya rasula allahi aqashurati asshalahu am nasita? faqala " lam taqshur walam ansa ". qala fainnama shallayta rakatayni. faqala " akama yaqulu dzu alyadayni? ". qalu naam. qala faqama fashalla rakatayni tsumma sallama tsumma sajada sajdatayni tsumma sallama.
Dari Abu Hurairah berkata: "Rasulullah ﷺ memimpin kami dalam salah satu shalat sore, dan beliau shalat dua rakaat, kemudian beliau mengucapkan salam. Lalu beliau berdiri dan pergi ke sebatang kayu di masjid, dan bersandar kepadanya. Mereka yang terburu-buru meninggalkan masjid, sambil berkata bahwa shalat telah dipendekkan. Di antara orang-orang ada Abu Bakar dan Umar, tetapi mereka tidak berani mengatakan apa-apa. Di antara orang-orang juga ada seorang laki-laki dengan tangan panjang yang disebut Dhul-Yadain. Dia berkata: 'Wahai Rasulullah, apakah shalat telah dipendekkan ataukah Anda lupa?' Beliau menjawab: 'Shalat tidak dipendekkan dan saya tidak lupa.' Dia berkata: 'Tetapi Anda telah shalat dua rakaat.' Beliau berkata: 'Apakah apa yang dikatakan Dhul-Yadain itu benar?' Mereka menjawab: 'Ya.' Maka beliau maju dan melaksanakan dua rakaat lagi, kemudian mengucapkan salam, lalu sujud dua kali, dan kemudian mengucapkan salam lagi."