Bab Apa yang Dikatakan tentang Orang yang Ragu dalam Shalatnya dan Berusaha untuk Menemukan yang Benar
haddatsana muhammadu ibnu bassyarin, haddatsana muhammadu ibnu jafarin, haddatsana syubahu, an manshurin, qala syubahu kataba ilaa waqaratuhu alayhi qala akhbarani ibrahimu an alqamaha an abdi allahi qala shalla rasulu allahi shalahan la yadri azada aw naqasha. fasaala fahaddatsnahu fatsana rijlahu wastaqbala alqiblaha wasajada sajdatayni tsumma sallama tsumma aqbala alayna biwajhihi faqala " law hadatsa fi asshalahi syaun lanbatukumuhu wainnama ana basyarun ansa kama tansawna faidza nasitu fadzakkiruni waayyukum ma syakka fi asshalahi falyataharra aqraba dzalika mina asshawabi fayutimma alayhi wayusallima wayasjuda sajdatayni ".
Diriwayatkan bahwa 'Abdullah berkata: "Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat, dan saya tidak yakin apakah beliau melakukan sesuatu yang lebih atau mengurangi sesuatu. Beliau bertanya, dan kami memberitahunya, maka beliau menghadap ke arah Qiblah dan sujud dua kali, kemudian mengucapkan Salam. Kemudian beliau menghadap kepada kami dan berkata: 'Jika ada perintah baru yang diturunkan mengenai shalat, pasti saya akan memberitahukan kepada kalian. Tetapi saya hanyalah manusia yang lupa dan kalian juga lupa. Jika saya lupa, maka ingatkanlah saya. Dan jika salah satu dari kalian ragu dalam shalatnya, maka hendaklah ia melakukan yang paling mendekati kebenaran, kemudian menyelesaikan shalatnya, mengucapkan Salam dan sujud dua kali."