Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa di hari Jumat terdapat satu waktu mustajab (waktu yang mustajab untuk berdoa). Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang kapan persisnya waktu tersebut. Namun, hadits riwayat Ibnu Majah yang Anda tanyakan ini menunjukkan salah satu pendapat, yaitu waktu antara iqamah shalat Jumat dikumandangkan hingga selesainya shalat. Ini adalah waktu yang sangat utama untuk memperbanyak doa kepada Allah ﷻ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 1138:
Teks hadits yang Anda sertakan adalah sebagai berikut:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ يَقُولُ: " فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ مِنَ النَّهَارِ، لاَ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا الْعَبْدُ شَيْئًا إِلاَّ أُعْطِيَ سُؤْلَهُ " قِيلَ: أَىُّ سَاعَةٍ؟ قَالَ " حِينَ تُقَامُ الصَّلاَةُ إِلَى الاِنْصِرَافِ مِنْهَا " .
Makna hadits: "Pada hari Jumat ada waktu di siang hari, tidak ada seorang pun yang meminta kepada Allah sesuatu pun, melainkan Dia akan memberinya apa yang diminta." Ditanyakan: "Kapan waktu itu?" Beliau menjawab: "Ketika iqamah shalat dikumandangkan, hingga shalat selesai."
Catatan Penting tentang Sanad:
Perlu diketahui dengan jujur, bahwa dalam sanad hadits ini terdapat Katsir bin Abdullah bin Amr bin Auf Al-Muzani. Para ulama ahli hadits dari kalangan yang menjadi rujukan kita memiliki penilaian tentangnya:
- Imam Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma'in (dari daftar ulama rujukan) menilai Katsir bin Abdullah sebagai perawi yang dha'if (lemah). Bahkan sebagian ulama menilainya munkarul hadits.
- Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi juga melemahkan hadits-hadits yang diriwayatkan olehnya.
Oleh karena itu, hadits ini secara sanad adalah lemah (dha'if) menurut para ulama ahli hadits. Namun, makna tentang adanya waktu mustajab di hari Jumat adalah shahih karena diriwayatkan melalui banyak jalur lain yang shahih, sebagaimana akan dijelaskan.
Dalil Penguat dari Hadits Shahih:
Hadits shahih yang menjelaskan waktu mustajab di hari Jumat, di antaranya:
- Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu, tidaklah seorang muslim bertepatan dengan waktu itu, lalu ia meminta kepada Allah suatu kebaikan, melainkan Allah akan memberikannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
- Hadits Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda tentang waktu mustajab di hari Jumat:
> "Waktu itu adalah antara duduknya imam (di mimbar untuk khutbah) hingga selesainya shalat." (HR. Muslim)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa terdapat banyak pendapat tentang waktu mustajab ini, namun beliau menguatkan bahwa waktu yang paling tepat adalah setelah shalat Asar hingga terbenam matahari, berdasarkan hadits-hadits shahih lainnya. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan waktu khutbah hingga selesai shalat.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa pendapat yang kuat adalah waktu setelah Asar hingga maghrib, namun beliau juga menegaskan bahwa seluruh hari Jumat adalah baik untuk berdoa, dan waktu-waktu yang disebutkan dalam hadits (seperti saat khutbah dan shalat) juga merupakan waktu yang utama.
Penjelasan Rinci
Para ulama berbeda pendapat tentang waktu yang paling tepat untuk waktu mustajab di hari Jumat. Perbedaan ini muncul karena banyaknya riwayat yang menjelaskan waktu tersebut. Di antara pendapat-pendapat itu:
- Waktu khutbah hingga selesai shalat Jumat. Ini adalah pendapat yang ditunjukkan oleh hadits riwayat Ibnu Majah yang sedang kita bahas, dan juga hadits Abu Musa Al-Asy'ari dalam riwayat Muslim. Ini adalah waktu di mana kaum muslimin berkumpul, mendengarkan khutbah, dan melaksanakan shalat. Ini adalah waktu yang penuh berkah.
- Waktu setelah Asar hingga terbenam matahari. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh banyak ulama, termasuk Imam Ibnu Qayyim dan Syaikh Al-Utsaimin. Dalilnya adalah hadits-hadits shahih yang menyebutkan waktu ini secara spesifik. Di antaranya hadits dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Hari Jumat itu dua belas jam, tidak ada seorang hamba muslim pun yang meminta sesuatu kepada Allah di salah satu waktu tersebut melainkan Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu itu di akhir waktu setelah Asar." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i, dan hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
- Waktu antara khutbah dan shalat. Ini adalah pendapat yang menggabungkan antara hadits Abu Musa dan hadits-hadits lainnya.
Sikap yang benar adalah kita tidak perlu berselisih keras tentang waktu yang paling tepat. Yang terpenting adalah kita memperbanyak doa di hari Jumat secara keseluruhan, terutama di dua waktu yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih, yaitu:
- Saat imam duduk di mimbar (khutbah) hingga selesai shalat.
- Setelah shalat Asar hingga terbenam matahari.
Kedua waktu ini adalah waktu-waktu yang mulia dan diharapkan mustajab. Sebagaimana dinasihatkan oleh para ulama, kita dianjurkan untuk bersungguh-sungguh berdoa di kedua waktu tersebut.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- sangat menjaga waktu-waktu mustajab ini. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat khusyuk dalam berdoa. Suatu ketika, beliau ditanya tentang doa yang paling mustajab, beliau menjawab bahwa doa di hari Jumat adalah di antara waktu-waktu yang paling diharapkan dikabulkan. Para ulama menceritakan bahwa Imam Ahmad sering kali menghabiskan waktu setelah Asar di hari Jumat untuk berdoa, memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, karena beliau mengetahui keutamaan waktu tersebut.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para salafus shalih sangat menjaga dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak menyia-nyiakannya dengan hal-hal yang sia-sia, melainkan mengisinya dengan doa, dzikir, dan permohonan ampunan kepada Allah ﷻ.
Kesimpulan Praktis
Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:
- Perbanyak doa di hari Jumat secara keseluruhan. Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan semua waktunya adalah baik untuk berdoa.
- Bersungguh-sungguhlah berdoa di dua waktu utama:
- Saat khatib berkhutbah hingga selesai shalat Jumat. Saat ini, perbanyaklah doa di dalam hati, terutama saat mendengarkan khutbah.
- Setelah shalat Asar hingga terbenam matahari. Ini adalah waktu yang sangat utama. Perbanyaklah dzikir, doa, dan istighfar.
- Jangan lupa bershalawat kepada Nabi ﷺ di hari Jumat, karena hal ini juga sangat dianjurkan.
- Perbanyak doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, serta doakan juga kaum muslimin lainnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.