Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1082 tentang Orang pertama yang memimpin shalat Jumat sebelum Nabi tiba

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan tentang sahabat Ka'ab bin Malik yang setiap kali mendengar adzan Jum'at, beliau selalu mendoakan dan memohonkan ampun untuk sahabat Abu Umamah As'ad bin Zurarah. Ternyata alasannya sangat mulia: As'ad bin Zurarah adalah orang pertama yang mengimami shalat Jum'at di Madinah sebelum Rasulullah ﷺ hijrah dari Makkah, bersama 40 orang jamaah. Ini menunjukkan keutamaan orang yang pertama kali menghidupkan syiar Jum'at, serta adab para sahabat yang selalu mengenang jasa orang-orang yang berbuat baik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 1082), dari Abdurrahman bin Ka'b bin Malik, dari ayahnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 1069) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Firman Allah ﷻ tentang keutamaan orang yang mendahulukan kebaikan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kewajiban shalat Jum'at dan keutamaannya. Beliau juga menyebutkan kisah As'ad bin Zurarah sebagai orang pertama yang mengimami shalat Jum'at di Madinah sebelum hijrah Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Keutamaan As'ad bin Zurarah sebagai Pelopor Shalat Jum'at

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah menyebutkan bahwa As'ad bin Zurarah adalah seorang sahabat dari kalangan Anshar, salah satu pemuka suku Khazraj. Beliau termasuk orang yang pertama kali masuk Islam dari penduduk Madinah, bahkan termasuk salah satu dari enam orang yang bertemu Rasulullah ﷺ di Aqabah pertama.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa shalat Jum'at yang diimami As'ad bin Zurarah ini menunjukkan bahwa syiar Jum'at telah ditegakkan di Madinah sebelum hijrah, dan ini menjadi bukti bahwa shalat Jum'at telah disyariatkan sejak di Makkah, meskipun baru bisa ditegakkan secara berjamaah di Madinah.

2. Adab Mengenang Jasa Orang yang Berbuat Baik

Ka'ab bin Malik setiap kali mendengar adzan Jum'at selalu mendoakan As'ad bin Zurarah. Ini menunjukkan bahwa di antara adab seorang muslim adalah mengenang dan mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam menegakkan syiar Islam.

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa mendoakan orang yang telah berbuat baik kepada kita adalah bagian dari syukur nikmat, dan ini termasuk akhlak mulia para sahabat.

3. Jumlah Jamaah Shalat Jum'at Pertama

Dalam hadits ini disebutkan bahwa jumlah jamaah saat itu adalah 40 orang. Para ulama berbeda pendapat tentang syarat jumlah minimal jamaah Jum'at:

  • Imam Abu Hanifah berpendapat: minimal 3 orang selain imam (total 4 orang)
  • Imam Malik berpendapat: minimal 12 orang laki-laki
  • Imam asy-Syafi'i berpendapat: minimal 40 orang laki-laki
  • Imam Ahmad memiliki dua riwayat: 40 orang atau 12 orang

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa shalat Jum'at sah meskipun dengan jumlah yang sedikit, karena tidak ada dalil shahih yang menetapkan jumlah minimal secara tegas. Namun, yang terbaik adalah mengikuti jumlah yang lebih banyak agar syiar Islam lebih nampak.

4. Kisah As'ad bin Zurarah

As'ad bin Zurarah adalah orang yang sangat mulia. Beliau adalah salah satu tokoh Anshar yang pertama kali masuk Islam. Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang beliau:

نِعْمَ الرَّجُلُ أَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ

"Sebaik-baik laki-laki adalah As'ad bin Zurarah." (HR. Ibnu Hibban)

Beliau wafat tidak lama setelah hijrahnya Nabi ﷺ ke Madinah, dan Rasulullah ﷺ sangat bersedih atas wafatnya beliau.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau bertanya tentang As'ad bin Zurarah. Ketika diberitahu bahwa beliau telah wafat, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا أَعْلَمُ أَحَدًا خَيْرًا مِنْهُ

"Aku tidak mengetahui seorang pun yang lebih baik darinya."

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ

"Ya Allah, ampunilah As'ad bin Zurarah."

Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan As'ad bin Zurarah di sisi Rasulullah ﷺ, karena beliau adalah orang yang pertama kali menegakkan shalat Jum'at di Madinah, menyambut dakwah Islam, dan menjadi tuan rumah bagi kaum muhajirin.

Kesimpulan Praktis

  1. Menghidupkan syiar Jum'at adalah amalan yang sangat mulia, sebagaimana yang dilakukan As'ad bin Zurarah.
  2. Mendoakan orang yang berjasa dalam menegakkan agama adalah akhlak mulia para sahabat yang patut kita teladani.
  3. Bersegera menuju shalat Jum'at ketika mendengar adzan adalah perintah Allah dalam Al-Qur'an.
  4. Menghormati para pendahulu yang telah berjuang menegakkan Islam adalah bagian dari kesempurnaan iman.
  5. Jangan lupa mendoakan guru, orang tua, dan orang-orang yang telah mengajarkan kebaikan kepada kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?