Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1006 tentang Keutamaan berdiri di sebelah kanan imam saat shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat senang dan berusaha untuk berdiri di sisi kanan Nabi ﷺ ketika shalat berjamaah. Ini bukan sekadar soal posisi fisik, melainkan wujud kecintaan mereka kepada beliau dan keutamaan yang diajarkan dalam Islam untuk mendahulukan sisi kanan dalam urusan yang baik. Posisi ini juga mencerminkan adab dan penghormatan yang tinggi kepada imam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pelaksanaan Shalat dan Sunnahnya, Bab Keutamaan Berdiri di Sebelah Kanan (no. 1006). Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنِ ابْنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ - قَالَ مِسْعَرٌ - مِمَّا نُحِبُّ أَوْ مِمَّا أُحِبُّ أَنْ نَقُومَ عَنْ يَمِينِهِ

Makna ringkas: Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Ketika kami shalat di belakang Rasulullah ﷺ, salah satu hal yang kami sukai (atau yang aku sukai) adalah berdiri di sebelah kanan beliau."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Maidah [5]: 2 tentang tolong-menolong dalam kebaikan, yang secara umum mencakup adab memuliakan sesama:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maidah [5]: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam diperintahkan untuk saling membantu dalam kebaikan, termasuk dalam hal adab dan tata cara ibadah yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Hadits pendukung lainnya:

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ menyukai mendahulukan tangan kanan dalam bersandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya." (HR. Al-Bukhari no. 168, Muslim no. 268)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan berdiri di sisi kanan imam bagi makmum yang shalat berjamaah. Berikut beberapa poin penting:

  1. Kecintaan Sahabat kepada Nabi ﷺ: Perkataan Al-Bara' bin 'Azib ini menunjukkan betapa para sahabat sangat mencintai dan ingin dekat dengan Rasulullah ﷺ. Mereka berlomba-lomba untuk berada di posisi yang paling dekat dengan beliau, khususnya di sisi kanan, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan.
  2. Keutamaan Sisi Kanan: Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan bagi makmum untuk berdiri di sisi kanan imam. Ini berdasarkan banyak dalil, termasuk hadits ini dan hadits-hadits lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyukai hal-hal yang dimulai dari kanan. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang keutamaan posisi ini.
  3. Penerapan dalam Shalat Berjamaah: Jika shalat berjamaah hanya terdiri dari imam dan satu makmum, maka makmum berdiri di sebelah kanan imam. Jika lebih dari satu, mereka berdiri di belakang imam. Ini adalah tuntunan yang diajarkan Nabi ﷺ dan dipahami oleh para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in.
  4. Adab dan Akhlak: Hadits ini juga mengajarkan adab secara umum, yaitu mendahulukan sisi kanan dalam hal-hal yang baik. Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ selalu mendahulukan kanan dalam semua urusan yang mulia, seperti bersuci, memakai sandal, masuk masjid, dan lain sebagainya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ shalat mengimami para sahabat. Di antara mereka ada seorang anak kecil yang bernama Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Ketika itu, Ibnu Abbas berdiri di sebelah kiri Nabi ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ memegang kepalanya dan memindahkannya ke sebelah kanan beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5918, Muslim no. 763)

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sendiri yang mengajarkan dan mempraktikkan adab berdiri di sebelah kanan imam. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari tuntunan dan kecintaan beliau kepada umatnya agar selalu berada dalam kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  • Bagi makmum: Jika shalat berjamaah hanya berdua dengan imam, usahakan berdiri di sebelah kanan imam, sedikit ke belakang, sebagai bentuk adab dan mengikuti sunnah.
  • Bagi imam: Hendaknya memperhatikan makmumnya dan mengajarkan posisi yang benar dengan lembut, sebagaimana Nabi ﷺ memindahkan Ibnu Abbas dengan penuh kasih sayang.
  • Dalam kehidupan sehari-hari: Biasakan mendahulukan sisi kanan untuk hal-hal yang baik, seperti masuk masjid, memakai sandal, makan, minum, dan lain sebagainya, karena ini adalah sunnah yang dicintai Nabi ﷺ.
  • Menumbuhkan kecintaan kepada Nabi ﷺ: Jadikan kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ sebagai teladan. Kita pun harus berusaha mengikuti sunnah beliau dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal-hal kecil sekalipun.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?