Bab Dalam Penekanan Meninggalkan Shalat Berjamaah
haddatsana harunu ibnu abbadin alazdiyyu, haddatsana wakiun, ani almasudiyyi, an aliyyi ibni alaqmari, an abi alahwashi, an abdi allahi ibni masudin, qala hafizhu ala haulai asshalawati alkhamsi haytsu yunada bihinna fainnahunna min sunani alhuda wainna allaha syaraa linabiyyihi sunana alhuda walaqad raaytuna wama yatakhallafu anha ila munafiqun bayyinu annifaqi walaqad raaytuna wainna arrajula layuhada bayna arrajulayni hatta yuqama fi asshaffi wama minkum min ahadin ila walahu masjidun fi baytihi walaw shallaytum fi buyutikum wataraktum masajidakum taraktum sunnaha nabiyyikum walaw taraktum sunnaha nabiyyikum lakafartum.
Abdullah bin Mas’ud berkata: Jagalah shalat lima waktu ini di mana pun seruan untuknya dikumandangkan, karena shalat-shalat ini adalah dari jalan petunjuk yang benar. Dan Allah, Yang Maha Kuasa, telah menetapkan untuk Nabi-Nya ﷺ jalan-jalan petunjuk yang benar. Saya telah melihat waktu di mana tidak ada yang meninggalkan shalat kecuali seorang munafik yang jelas kemunafikannya. Saya menyaksikan waktu ketika seorang lelaki akan dibawa antara dua orang hingga ia ditegakkan dalam barisan (shalat). Setiap dari kita memiliki masjid di rumahnya. Jika kalian shalat di rumah dan meninggalkan masjid kalian, maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka kalian akan menjadi kafir.