Bab Tentang Musaqah
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الأَنْبَارِيُّ، حَدَّثَنَا كَثِيرٌ، - يَعْنِي ابْنَ هِشَامٍ - عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ، حَدَّثَنَا مَيْمُونٌ، عَنْ مِقْسَمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ حِينَ افْتَتَحَ خَيْبَرَ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ زَيْدٍ قَالَ فَحَزَرَ النَّخْلَ وَقَالَ فَأَنَا أَلِي جُذَاذَ النَّخْلِ وَأُعْطِيكُمْ نِصْفَ الَّذِي قُلْتُ .
haddatsana muhammadu ibnu sulaymana alanbariyyu, haddatsana katsirun, - yani abna hisyamin - an jafari ibni burqana, haddatsana maymunun, an miqsamin, anna annabiyya hina aftataha khaybara fadzakara nahwa haditsi zaydin qala fahazara annakhla waqala faana ali judzadza annakhli wauthikum nishfa adzi qultu.
Diriwayatkan dari Miqsam: Ketika Nabi ﷺ menaklukkan Khaibar. Ia kemudian menceritakannya seperti tradisi Zaid (bin Abu al-Zarqa'). Dalam versi ini disebutkan: Ia kemudian menilai hasil dari pohon kurma dan berkata: Saya akan mengambil pekerjaan memetik buahnya sendiri, dan saya akan memberikan kepada kalian setengah dari (jumlah) yang saya katakan.
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis