Bab Pengecualian dalam Sumpah
HR. Abu Dawud no. 3262Shahih · Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، وَمُسَدَّدٌ، - وَهَذَا حَدِيثُهُ - قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : " مَنْ حَلَفَ فَاسْتَثْنَى فَإِنْ شَاءَ رَجَعَ، وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ غَيْرَ حِنْثٍ " .
Cara baca (latin)
haddatsana muhammadu ibnu isa, wamusaddadun, - wahadza haditsuhu - qala haddatsana abdu alwaritsi, an ayyuba, an nafiin, ani abni umara, qala qala rasulu allahi : " man halafa fastatsna fain syaa rajaa, wain syaa taraka ghayra hintsin ".
Diriwayatkan Abdullah bin Umar: Rasulullah ﷺ bersabda: Jika seseorang bersumpah dan membuat pengecualian, ia boleh melaksanakannya jika ia mau dan membatalkannya jika ia mau tanpa ada pertanggungjawaban atas pembatalan.
Belajar nahwu 12 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Jika seseorang bersumpah dan membuat pengecualian, ia boleh melaksanakannya jika ia mau dan membatalkannya jika ia mau tanpa ada pertanggungjawaban atas pembatalan.
Analisis dibantu AI.