Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa pada hari Idul Fitri, shalat dilaksanakan sebelum khutbah, dan setelah khutbah Nabi ﷺ secara khusus mendatangi kaum wanita untuk memberi nasihat, membacakan ayat baiat, serta mengajak mereka bersedekah. Ini menjadi dalil disyariatkannya nasihat khusus kepada wanita pada hari Id dan anjuran bersedekah bagi mereka.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang dibaca Nabi ﷺ dalam hadits ini:
QS. Al-Mumtahanah [60]: 12
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemahan: "Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan mukmin untuk berbaiat kepadamu bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anak mereka, tidak akan membuat kebohongan yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Idul Fitri, Bab Nasihat Imam kepada Wanita pada Hari Id (no. 979), dari jalur Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, melalui Thawus bin Kaysan (seorang Tabi'in yang masyhur) dan Al-Hasan bin Muslim.
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya imam mendatangi wanita secara khusus untuk menasihati mereka, karena biasanya mereka kurang bisa mendengar khutbah dengan baik.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (pada hadits serupa) menegaskan bahwa khutbah Id dilakukan setelah shalat, berbeda dengan khutbah Jumat.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sedekah pada hari Id sangat dianjurkan, dan wanita termasuk yang paling ditekankan karena mereka lebih banyak memiliki perhiasan.
Penjelasan Rinci
1. Shalat Id sebelum Khutbah
Ibnu Abbas menyaksikan bahwa Nabi ﷺ, Abu Bakr, Umar, dan Utsman semuanya melaksanakan shalat Id sebelum khutbah. Ini menjadi ijma' (kesepakatan) di kalangan ulama bahwa shalat Id didahulukan atas khutbah, berbeda dengan shalat Jumat. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmahnya adalah agar khutbah menjadi pengiring shalat, bukan syarat sahnya.
2. Nabi ﷺ memberi isyarat kepada jamaah untuk duduk
Setelah shalat, Nabi ﷺ memberi isyarat dengan tangannya agar orang-orang duduk mendengarkan khutbah. Ini menunjukkan adab dalam majelis ilmu dan pentingnya mendengarkan khutbah dengan tenang.
3. Mendatangi kaum wanita secara khusus
Setelah khutbah selesai, Nabi ﷺ bersama Bilal mendatangi barisan wanita. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini dilakukan karena wanita biasanya berada di barisan belakang dan tidak dapat mendengar khutbah dengan jelas. Maka Nabi ﷺ memberi nasihat khusus kepada mereka. Ini menunjukkan perhatian Islam yang besar terhadap pendidikan wanita.
4. Membacakan ayat baiat
Nabi ﷺ membacakan QS. Al-Mumtahanah [60]: 12, yang berisi syarat-syarat baiat wanita: tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak membuat kebohongan, dan tidak mendurhakai dalam kebaikan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup pokok-pokok akhlak dan tauhid yang wajib dipegang oleh setiap mukminah.
5. Ajakan bersedekah
Setelah membacakan ayat, Nabi ﷺ bertanya, "Apakah kalian memenuhi perjanjian itu?" Seorang wanita menjawab, "Ya." Lalu Nabi ﷺ bersabda, "Maka bersedekahlah." Bilal menghamparkan pakaiannya, dan para wanita melemparkan cincin-cincin mereka. Ibnu Rajab menyebutkan bahwa ini menunjukkan anjuran bersedekah pada hari Id, terutama bagi wanita, karena mereka lebih banyak memiliki perhiasan dan lebih mudah untuk bersedekah darinya.
6. Perbedaan pendapat tentang jumlah wanita yang menjawab
Al-Hasan bin Muslim (perawi) tidak mengetahui siapa wanita yang menjawab. Ini menunjukkan bahwa yang penting bukan identitasnya, tetapi pelajaran bahwa seorang wanita mewakili yang lain dalam menyatakan komitmen.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Thawus bin Kaysan (seorang Tabi'in yang mulia) meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Ibnu Abbas adalah sepupu Nabi ﷺ dan termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Ia menyaksikan sendiri peristiwa ini, sehingga riwayatnya sangat kuat.
Dalam riwayat ini, kita melihat bagaimana Nabi ﷺ tidak hanya memberi khutbah kepada kaum pria, tetapi juga menyempatkan diri mendatangi kaum wanita. Beliau membacakan ayat Al-Qur'an, mengajak mereka berjanji setia, dan mengajak mereka bersedekah. Bilal radhiyallahu 'anhu dengan penuh adab menghamparkan pakaiannya dan berkata, "Biarlah ayah dan ibuku berkorban untuk kalian," menunjukkan penghormatan kepada kaum wanita.
Hikmah: Islam sangat memperhatikan pendidikan dan pembinaan wanita. Nabi ﷺ tidak mengabaikan mereka, bahkan pada hari yang penuh dengan kesibukan seperti hari Id.
Kesimpulan Praktis
- Shalat Id dilaksanakan sebelum khutbah — ini adalah sunnah yang tetap.
- Imam dianjurkan memberi nasihat khusus kepada wanita pada hari Id, karena mereka mungkin tidak mendengar khutbah dengan baik.
- Bersedekah pada hari Id sangat dianjurkan, terutama bagi wanita yang memiliki perhiasan.
- Mendengarkan nasihat dengan tenang dan menjawab dengan baik adalah adab yang dicontohkan.
- Perhatian kepada wanita dalam majelis ilmu adalah bagian dari sunnah Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.