Bab Memulai dengan Shalat pada Hari Id
Shahih
haddatsana sulaymanu ibnu harbin, qala haddatsana syubahu, an zubaydin, ani assyabiyyi, ani albarai, qala khathabana annabiyyu yawma annahri qala " inna awwala ma nabdau bihi fi yawmina hadza an nushalliya tsumma narjia fananhara, faman faala dzalika faqad ashaba sunnatana, waman dzabaha qabla an yushalliya fainnama huwa lahmun ajjalahu lahlihi, laysa mina annusuki fi syain ". faqama khali abu burdaha ibnu niyarin faqala ya rasula allahi, ana dzabahtu qabla an ushalliya waindi jadzaahun khayrun min musinnahin. qala " ajalha makanaha aw qala adzbahha walan tajziya jadzaahun an ahadin badaka ".
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syubah, dari Zubaid, dari Asy-Sya'bi, dari Al-Bara', ia berkata: "Rasulullah ﷺ berkhutbah pada hari Nahr dan berkata: 'Hal pertama yang kita lakukan pada hari ini adalah shalat, kemudian kita kembali dan menyembelih. Maka siapa yang melakukan itu, ia telah mengikuti sunnah kami; dan siapa yang menyembelih sebelum shalat, maka itu hanyalah daging yang ia berikan kepada keluarganya dan tidak dianggap sebagai kurban sama sekali.' Kemudian berdirilah paman saya Abu Burda bin Niyyar dan berkata, 'Wahai Rasulullah! Saya telah menyembelih sebelum shalat dan saya memiliki kambing betina muda yang lebih baik daripada domba tua.' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sembelihlah itu sebagai pengganti yang pertama dan kambing betina muda itu tidak akan dianggap sebagai kurban bagi siapa pun setelahmu.'