Penjelasan Hadits Bukhari No. 95 tentang Mengulang ucapan tiga kali agar dipahami

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab mulia dalam menyampaikan ilmu dan berinteraksi dengan sesama. Rasulullah ﷺ biasa mengulang perkataan penting hingga tiga kali agar mudah dipahami, dan memberi salam tiga kali saat bertamu agar tuan rumah sempat bersiap. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya bersikap jelas, sabar, dan penuh perhatian saat mengajarkan kebaikan atau berkomunikasi.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(QS. Ibrahim [14]: 4)

Terjemahan: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, agar ia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengutus rasul dengan bahasa yang dipahami kaumnya, agar penjelasan sampai dengan jelas. Ini sejalan dengan sunnah Nabi ﷺ yang mengulang perkataan untuk memudahkan pemahaman.

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 95, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ apabila berbicara suatu kalimat, beliau mengulangnya tiga kali hingga dipahami, dan apabila mendatangi suatu kaum, beliau memberi salam tiga kali.

Kaitan dengan ulama:

Imam Al-Bukhari rahimahullah (w. 256 H) mencantumkan hadits ini dalam Kitab Ilmu, Bab "Siapa yang Mengulang Hadits Tiga Kali Agar Dipahami". Ini menunjukkan perhatian beliau terhadap adab dalam menyampaikan ilmu. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa pengulangan ini bukan karena lupa, melainkan untuk menekankan makna dan memastikan pendengar memahami dengan baik.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua adab penting:

Pertama, adab dalam menyampaikan ilmu.

Rasulullah ﷺ mengulang perkataan hingga tiga kali agar lawan bicara benar-benar paham. Ini bukan karena beliau ragu atau lupa, tetapi sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa pengulangan ini dilakukan untuk perkataan yang penting dan butuh pemahaman mendalam. Imam An-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa pengulangan ini adalah sunnah bagi seorang pengajar agar ilmunya sampai dengan baik.

Kedua, adab dalam bertamu.

Memberi salam tiga kali saat bertamu memberi kesempatan tuan rumah untuk bersiap atau menjawab. Jika setelah tiga kali tidak ada jawaban, maka hendaknya tamu pergi. Ini sesuai dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Imam Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa hikmahnya adalah menjaga kehormatan tuan rumah dan tidak memaksakan diri.

Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (w. 241 H) dan Imam Asy-Syafi'i rahimahullah (w. 204 H) juga mengamalkan adab ini dalam majelis ilmu dan pergaulan sehari-hari.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ apabila mengucapkan suatu perkataan, beliau mengulangnya tiga kali hingga dipahami. Dan apabila beliau mendatangi suatu kaum, beliau memberi salam tiga kali." (HR. Al-Bukhari)

Kisah ini menunjukkan betapa lembut dan sabarnya akhlak Nabi ﷺ. Beliau tidak pernah merasa bosan mengulang-ulang kebaikan demi kebaikan orang lain. Ini menjadi teladan bagi para dai, guru, dan setiap muslim dalam berkomunikasi.

Kesimpulan Praktis

  1. Dalam mengajar atau berdakwah: Ulanglah perkataan penting hingga tiga kali agar pendengar paham, dengan sabar dan lembut.
  2. Dalam bertamu: Beri salam tiga kali, lalu jika tidak dijawab, pergilah dengan baik.
  3. Dalam bergaul: Bersikaplah jelas dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain, terutama dalam hal ilmu dan kebaikan.
  4. Jadilah pribadi yang sabar: Jangan cepat bosan mengulang kebaikan, karena itulah akhlak Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?