Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 876 tentang Keutamaan hari Jumat sebagai petunjuk khusus bagi umat Islam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar umat Islam: meskipun kita adalah umat yang paling akhir datang ke dunia, kita akan menjadi umat yang paling dahulu dan paling mulia di hari Kiamat. Salah satu keutamaannya adalah Allah memberi petunjuk kepada kita untuk memuliakan hari Jumat, sementara umat Yahudi dan Nasrani berselisih dan tidak mendapat petunjuk itu. Ini adalah kabar gembira sekaligus motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah, terutama di hari Jumat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda tuliskan, tanpa mengubah):

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ هُرْمُزَ الأَعْرَجَ، مَوْلَى رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ، سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا، ثُمَّ هَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِي فُرِضَ عَلَيْهِمْ فَاخْتَلَفُوا فِيهِ، فَهَدَانَا اللَّهُ، فَالنَّاسُ لَنَا فِيهِ تَبَعٌ، الْيَهُودُ غَدًا وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ "

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Kami adalah umat yang terakhir (datang ke dunia) tetapi yang paling dahulu (masuk surga) pada hari Kiamat, meskipun mereka (umat-umat terdahulu) telah diberi kitab sebelum kami. Dan ini (hari Jumat) adalah hari yang telah diwajibkan kepada mereka (umat terdahulu), lalu mereka berselisih tentangnya. Maka Allah memberi kami petunjuk kepadanya. Maka manusia (umat-umat lain) adalah pengikut kami dalam hal ini: orang Yahudi (hari rayanya) besok (Sabtu), dan orang Nasrani (hari rayanya) lusa (Ahad)."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab syarah (penjelasan) hadits. Di antaranya:

  1. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan makna "kami yang terakhir dan yang terdahulu" serta hikmah di balik perbedaan hari raya umat-umat tersebut.
  2. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan hadits semakna dengan ini, menekankan bahwa keutamaan ini adalah murni karunia Allah kepada umat Muhammad ﷺ.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari terbaik, dan Allah khususkan untuk umat ini sebagai bentuk kemuliaan.

Penjelasan Rinci

Makna "Kami adalah umat yang terakhir (datang) tetapi yang paling dahulu (di hari Kiamat)":

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa maksudnya adalah: umat Muhammad ﷺ adalah umat yang paling akhir diutus rasulnya, tetapi pada hari Kiamat mereka adalah umat yang paling dahulu dihisab dan paling dahulu masuk surga. Ini adalah kabar gembira yang agung. Beliau juga menukil perkataan Al-Khaththabi bahwa makna "terdahulu" di sini adalah terdahulu dalam kemuliaan dan kedudukan, bukan sekadar urutan waktu.

Makna "mereka diberi kitab sebelum kami, lalu mereka berselisih tentang hari Jumat":

Para ulama menjelaskan bahwa hari Jumat telah diwajibkan kepada Bani Israil (umat Nabi Musa) dan juga diperintahkan kepada umat Nabi Isa. Namun mereka berselisih: sebagian menganggap hari Sabtu, sebagian menganggap hari Ahad. Akhirnya orang Yahudi memilih hari Sabtu karena pada hari itu Allah tidak menciptakan apa pun (setelah penciptaan selesai), dan orang Nasrani memilih hari Ahad karena pada hari itu Allah memulai penciptaan. Maka Allah dengan karunia-Nya memberi petunjuk kepada umat Muhammad ﷺ untuk memilih hari Jumat, yaitu hari ketika Allah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi, dan hari yang paling utama.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan: "Ini menunjukkan bahwa Allah memuliakan umat ini dengan hari yang lebih utama daripada hari-hari yang dipilih oleh umat-umat sebelumnya. Maka hendaknya seorang muslim bersyukur atas nikmat ini dengan memperbanyak ibadah di hari Jumat, seperti shalat Jumat, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa."

Makna "manusia adalah pengikut kami dalam hal ini":

Maksudnya, dalam urusan hari raya mingguan ini, umat-umat lain mengikuti umat Islam. Orang Yahudi merayakan hari Sabtu (sehari setelah Jumat), dan orang Nasrani merayakan hari Ahad (dua hari setelah Jumat). Ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang paling utama dan menjadi patokan, sementara hari-hari lain mengikutinya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura (10 Muharram). Beliau bertanya, "Hari apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun. Maka kami berpuasa sebagai syukur." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian," lalu beliau berpuasa dan memerintahkan umatnya berpuasa. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa umat Islam adalah yang paling berhak mengikuti para nabi, dan Allah memberi petunjuk kepada kita untuk mengambil yang terbaik dari syariat-syariat sebelumnya, bahkan yang lebih utama. Demikian pula dalam hadits Jumat ini, Allah memberi kita hari yang lebih utama dari hari-hari yang dipilih umat lain.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukur atas nikmat Islam — kita diberi petunjuk kepada hari yang paling utama, yaitu Jumat, sementara umat lain tersesat darinya.
  2. Memuliakan hari Jumat — dengan mandi, memakai wewangian, bersegera ke masjid, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa di waktu mustajab.
  3. Tidak berlebihan dalam beribadah — tetapi istiqamah, karena yang dicintai Allah adalah amalan yang sedikit namun terus-menerus.
  4. Meyakini keutamaan umat ini — bahwa kita akan menjadi yang terdahulu di hari Kiamat, maka jangan sia-siakan kesempatan ini dengan bermaksiat.
  5. Meneladani Nabi ﷺ — dalam bersemangat memilih yang terbaik dan bersyukur atas petunjuk Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi