Bab Siapa yang Menjawab Fatwa dengan Isyarat Tangan dan Kepala
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, qala haddatsana wuhaybun, qala haddatsana hisyamun, an fathimaha, an asmaa, qalat ataytu aisyaha wahiya tushalli faqultu ma syanu annasi faasyarat ila assamai, faidza annasu qiyamun, faqalat subhana allahi. qultu ayahun faasyarat birasiha, a naam, faqumtu hatta tajalani alghasyu, fajaaltu ashubbu ala rasi almaa, fahamida allaha azza wajalla annabiyyu waatsna alayhi, tsumma qala " ma min syain lam akun urituhu ila raaytuhu fi maqami hatta aljannaha waannara, fauhiya ilaa annakum tuftanuna fi quburikum, mitsla aw qariban la adri aa dzalika qalat asmau min fitnahi almasihi addajjali, yuqalu ma ilmuka bihadza arrajuli faamma almuminu awi almuqinu la adri biayyihima qalat asmau fayaqulu huwa muhammadun rasulu allahi jaana bialbayyinati waalhuda, faajabna wattabana, huwa muhammadun. tsalatsan, fayuqalu nam shalihan, qad alimna in kunta lamuqinan bihi, waamma almunafiqu awi almurtabu la adri aa dzalika qalat asmau fayaqulu la adri, samitu annasa yaquluna syayan faqultuhu ".
Dari Asma', ia berkata: Saya datang kepada `Aisha sementara ia sedang shalat, dan saya berkata kepadanya, "Apa yang terjadi pada orang-orang?" Ia menunjuk ke arah langit. (Saya melihat ke arah masjid), dan melihat orang-orang sedang melaksanakan shalat. Aisha berkata, "Subhan Allah." Saya berkata kepadanya, "Apakah ada tanda?" Ia mengangguk dengan kepalanya yang berarti, "Ya." Saya pun berdiri (untuk shalat gerhana) hingga saya hampir pingsan dan kemudian saya menuangkan air ke kepala saya. Setelah shalat, Nabi ﷺ memuji dan mengagungkan Allah dan kemudian berkata, "Baru saja di tempat ini saya melihat apa yang belum pernah saya lihat sebelumnya, termasuk Surga dan Neraka. Tidak diragukan lagi, telah diwahyukan kepada saya bahwa kalian akan diuji di dalam kubur kalian dan ujian ini akan seperti ujian Masih-ad-Dajjal atau hampir sama (perawi tidak yakin ungkapan mana yang digunakan Asma'). Kalian akan ditanya, 'Apa yang kalian ketahui tentang orang ini (Nabi ﷺ Muhammad)?' Maka orang yang beriman (atau Asma' mengatakan kata yang serupa) akan menjawab, 'Dia adalah Muhammad Rasulullah ﷺ yang datang kepada kami dengan bukti-bukti yang jelas dan petunjuk, dan kami menerima ajarannya dan mengikutinya. Dan dia adalah Muhammad.' Dan dia akan mengulanginya tiga kali. Kemudian para malaikat akan berkata kepadanya, 'Tidurlah dengan tenang karena kami telah mengetahui bahwa kamu adalah seorang yang beriman.' Di sisi lain, seorang munafik atau orang yang ragu akan menjawab, 'Saya tidak tahu, tetapi saya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu dan saya mengatakannya.'
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis