Penjelasan Hadits Bukhari No. 81 tentang Tanda kiamat: ilmu hilang, kebodohan merajalela

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu pilar penting dalam memahami tanda-tanda hari kiamat. Intinya, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa menjelang kiamat akan terjadi "krisis ilmu" dan "ledakan kebodohan", diikuti dengan merebaknya perzinaan dan ketidakseimbangan jumlah penduduk (wanita jauh lebih banyak daripada pria). Ini adalah kabar ghaib yang sudah terbukti sebagiannya di zaman kita, dan menjadi peringatan bagi kita untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu syar'i sebelum semuanya hilang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-'Ilm (Kitab Ilmu), Bab "Raf'ul 'Ilmi wa Zhuhuril Jahli" (Bab Diangkatnya Ilmu dan Munculnya Kebodohan), no. 81. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-'Ilm, Bab "Raf'ul 'Ilmi wa Qabdlihi" (no. 2671).

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: لأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لاَ يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ، حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ".

Makna Ringkas: Di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah: ilmu (agama) akan sedikit, kebodohan akan tersebar luas, perzinaan akan dilakukan secara terang-terangan, jumlah wanita akan jauh lebih banyak daripada pria, sampai-sampai lima puluh wanita hanya memiliki satu orang pria yang mengurus mereka.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini diriwayatkan oleh Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang tabi'in besar dan ahli tafsir) dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Para ulama dari daftar rujukan kita, seperti Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, telah memberikan penjelasan mendalam tentang makna hadits ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa kabar penting tentang akhir zaman:

  1. "Ilmu akan berkurang" (أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ): Yang dimaksud di sini adalah ilmu syar'i yang bermanfaat, yaitu ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Berkurangnya ilmu ini terjadi bukan karena kitab-kitab hilang, tetapi karena para ulama pewaris Nabi ﷺ meninggal dunia. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "ilmu" di sini adalah ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu wahyu. Beliau menukil perkataan Imam Al-Khattabi bahwa yang dimaksud adalah ilmu agama, bukan ilmu duniawi. Berkurangnya ilmu ini terjadi dengan wafatnya para ulama, sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain bahwa Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari dada manusia, tetapi dengan mewafatkan para ulama.
  2. "Kebodohan akan muncul" (وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ): Ini adalah konsekuensi logis dari berkurangnya ilmu. Ketika para ulama wafat, manusia akan mengambil pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan orang lain. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa munculnya kebodohan ini terjadi setelah wafatnya para ulama, dan manusia kemudian mengangkat orang-orang jahil sebagai pemimpin mereka.
  3. "Perzinaan akan tampak" (وَيَظْهَرَ الزِّنَا): Maksudnya, perzinaan akan dilakukan secara terang-terangan dan tersebar luas di tengah masyarakat, sehingga tidak lagi dianggap sebagai perbuatan yang memalukan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa "tampak" di sini berarti dilakukan di hadapan umum dan tidak lagi disembunyikan. Ini menunjukkan hilangnya rasa malu dan iman dari hati manusia.
  4. "Jumlah wanita meningkat dan pria berkurang" (وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ): Para ulama berbeda pendapat tentang sebabnya. Sebagian berpendapat ini karena banyaknya peperangan yang menewaskan kaum pria. Sebagian lagi berpendapat ini adalah takdir Allah yang menunjukkan dekatnya kiamat. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa pendapat, di antaranya bahwa pada akhir zaman akan terjadi banyak peperangan besar yang menewaskan kaum pria, sehingga jumlah wanita menjadi lebih banyak. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa ini adalah ujian bagi kaum pria dan wanita pada akhir zaman.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar menjelaskan bahwa semua tanda ini saling berkaitan. Ketika ilmu hilang dan kebodohan merajalela, manusia tidak lagi takut kepada Allah, sehingga mereka berani berbuat zina. Ketika perzinaan tersebar, maka akan lahir anak-anak di luar nikah yang tidak jelas nasabnya, dan ini akan menyebabkan kekacauan dalam masyarakat.

Story Telling

Ada kisah yang sangat masyhur tentang bagaimana para sahabat dan tabi'in sangat menjaga ilmu ini. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, perawi hadits ini dari Anas bin Malik, adalah seorang tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Beliau dikenal sebagai seorang yang hafalannya sangat kuat dan pemahamannya sangat dalam terhadap Al-Qur'an.

Imam Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Qatadah berkata: "Aku tidak pernah mendengar satu hadits pun dari seorang sahabat, kecuali aku hafal dan memahaminya." Beliau juga dikenal sangat berhati-hati dalam menyampaikan hadits, karena beliau tahu bahwa ini adalah agama Allah yang harus dijaga.

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau hidup selama lebih dari 100 tahun dan menyaksikan bagaimana ilmu mulai berkurang setelah wafatnya Rasulullah ﷺ. Karena itu, beliau berkata kepada murid-muridnya: "Aku akan menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang tidak ada yang akan menceritakan kepada kalian setelahku." Ini menunjukkan betapa berharganya ilmu yang beliau miliki, dan betapa para sahabat sangat bersemangat untuk menyampaikan ilmu kepada generasi setelah mereka.

Hikmah dari kisah ini: Para ulama salaf sangat menjaga ilmu dan menyebarkannya dengan penuh kehati-hatian. Mereka tidak pernah bosan untuk belajar dan mengajar, karena mereka tahu bahwa ilmu adalah warisan para nabi. Kita sebagai generasi akhir zaman harus meneladani semangat mereka, karena kita hidup di zaman di mana tanda-tanda yang disebutkan dalam hadits ini semakin nyata.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran penting:

  1. Bersungguh-sungguh menuntut ilmu syar'i selagi masih ada kesempatan dan selagi para ulama masih ada. Jangan menunda-nunda belajar, karena ilmu akan diangkat dan kebodohan akan merajalela.
  2. Menjaga diri dari perzinaan dan segala hal yang mendekatinya, seperti melihat yang haram, berdua-duaan dengan lawan jenis, dan pergaulan bebas. Ini adalah salah satu tanda kiamat yang harus kita hindari.
  3. Menyebarkan ilmu yang kita miliki, walaupun hanya sedikit. Karena dengan menyebarkan ilmu, kita turut berperan dalam menghambat meluasnya kebodohan.
  4. Bersabar dan istiqamah di atas kebenaran, walaupun kita hidup di tengah masyarakat yang sudah banyak melakukan kemaksiatan. Jangan sampai kita ikut-ikutan dalam arus kebodohan dan kemaksiatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?