Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 775 tentang Larangan membaca Al-Qur'an terlalu cepat seperti puisi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab membaca Al-Qur'an dalam shalat, yaitu tidak terburu-buru seperti membaca puisi. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menegur seseorang yang membaca seluruh surah Al-Mufassal (dari surah Qaf hingga An-Nas) hanya dalam satu raka'at. Beliau kemudian menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa menggabungkan dua surah yang setara panjangnya dalam satu raka'at, bukan membaca terlalu banyak dengan cepat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 775) dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (2/249) menjelaskan bahwa yang dimaksud "haddza kahaddzisy syi'r" adalah bacaan yang terlalu cepat dan tidak tartil, seperti orang membaca syair dengan tergesa-gesa. Ini adalah celaan terhadap cara membaca yang tidak sesuai sunnah.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' (3/394) mengatakan bahwa sunnahnya adalah membaca dengan tartil dan tidak terlalu cepat, serta menggabungkan surah-surah yang setara panjangnya.
  • Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (1/164) menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menggabungkan dua surah yang setara dalam satu raka'at, seperti surah Ar-Rahman dan An-Najm, atau Al-Qamar dan Al-Haqqah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Larangan Membaca Terlalu Cepat (Haddza)

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menggunakan kata "haddza" yang berarti bacaan cepat tanpa merenungkan makna. Ini dilarang karena:

  • Menghilangkan kekhusyukan
  • Tidak sesuai dengan perintah Allah untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil (QS. Al-Muzzammil [73]: 4)
  • Menyerupai bacaan syair yang hanya mementingkan irama tanpa pemahaman

2. Sunnah Menggabungkan Dua Surah yang Setara

Nabi ﷺ biasa menggabungkan dua surah yang setara panjangnya dalam satu raka'at. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ini adalah petunjuk Nabi ﷺ untuk menjaga keseimbangan antara panjang dan pendeknya bacaan.

3. Adab Membaca Al-Qur'an dalam Shalat

Para ulama dari kalangan salaf seperti Al-Hasan al-Bashri dan Mujahid menekankan pentingnya membaca dengan tartil dan merenungkan makna. Mereka tidak menyukai bacaan yang terlalu cepat meskipun banyak jumlah ayatnya.

4. Hikmah dari Ibnu Mas'ud

Beliau menyebutkan 20 surah dari Al-Mufassal yang biasa dibaca Nabi ﷺ secara berpasangan. Ini menunjukkan bahwa beliau sangat memperhatikan sunnah Nabi ﷺ dan mengajarkannya kepada generasi setelahnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling paham tentang Al-Qur'an. Beliau pernah berkata: "Aku tahu surah-surah yang setara yang dibaca Rasulullah ﷺ, yaitu dua puluh surah dari Al-Mufassal, dua surah dalam setiap raka'at."

Suatu hari, seorang pemuda datang kepada Ibnu Mas'ud dan berkata dengan bangga bahwa ia telah membaca seluruh Al-Mufassal dalam satu raka'at. Maka Ibnu Mas'ud pun tersenyum dan berkata, "Itu seperti membaca syair!" Maksudnya, bacaan yang terlalu cepat tanpa tartil tidak akan memberikan manfaat yang sempurna. Kemudian beliau mengajarkan cara yang benar sesuai sunnah Nabi ﷺ.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa ilmu dan adab dalam beribadah lebih utama daripada sekadar kuantitas. Sebagaimana dikatakan oleh Fudail bin 'Iyadh: "Ilmu dan adab lebih baik daripada banyak ibadah tanpa adab."

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah Al-Qur'an dengan tartil - jangan terburu-buru, renungkan setiap ayat
  2. Jangan membanggakan banyaknya bacaan - yang penting adalah kualitas dan kekhusyukan
  3. Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam menggabungkan surah yang setara panjangnya
  4. Belajarlah adab dari para sahabat - mereka adalah generasi terbaik dalam memahami Al-Qur'an
  5. Jadikan shalat sebagai momen khusyuk - bukan perlombaan banyaknya ayat

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.