Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 773 tentang Peristiwa setan terhalang mendengar wahyu saat Nabi membaca Al-Qur'an

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa besar sebelum diutusnya Nabi ﷺ, yaitu terputusnya berita langit dari kalangan jin dan setan. Mereka mencari tahu penyebabnya dan mendapati Nabi ﷺ sedang shalat Subuh dengan mengeraskan bacaan Al-Qur'an. Dari peristiwa inilah Allah menurunkan Surah Al-Jinn, dan ini juga dalil bahwa mengeraskan bacaan pada shalat Subuh adalah sunnah yang dilakukan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab "Suara Keras dalam Membaca Shalat Subuh", nomor 773, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Ayat yang turun terkait peristiwa ini adalah firman Allah:

QS. Al-Jinn [72]: 1-2

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا * يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

"Katakanlah (Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur'an), lalu mereka berkata, "Sungguh, kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an), yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami."'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya dengan redaksi yang serupa.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

Pertama: Bukti kenabian Muhammad ﷺ.

Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi sebelum hijrah, ketika Nabi ﷺ masih di Makkah. Terutusnya jin untuk mendengarkan Al-Qur'an adalah mukjizat yang menunjukkan kebenaran kenabian beliau. Sebelumnya, jin biasa mencuri berita langit, tetapi setelah Al-Qur'an turun, mereka dihalangi dengan panah-panah api (syihab). Ini sebagaimana dijelaskan oleh Qatadah dan Mujahid dalam tafsir mereka.

Kedua: Disunnahkannya mengeraskan bacaan pada shalat Subuh.

Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam bab "Suara Keras dalam Membaca Shalat Subuh" untuk menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengeraskan bacaan Al-Qur'an pada shalat Subuh. Para jin yang berada di dekat Nakhla dapat mendengar bacaan beliau dengan jelas. Ini dikuatkan oleh hadits-hadits lain bahwa Nabi ﷺ dan para sahabat selalu mengeraskan bacaan pada dua rakaat pertama shalat Subuh, Maghrib, dan Isya.

Ketiga: Keutamaan mendengarkan Al-Qur'an dengan khusyuk.

Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa jin yang mendengar Al-Qur'an langsung tersentuh hatinya, lalu beriman dan mengajak kaumnya beriman. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an memiliki pengaruh yang kuat terhadap hati yang bersih, baik dari kalangan manusia maupun jin.

Keempat: Kisah ini menjadi sebab turunnya Surah Al-Jinn.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ayat pertama Surah Al-Jinn turun berkaitan dengan peristiwa ini. Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menceritakan kepada umatnya apa yang terjadi, yaitu bahwa jin telah mendengarkan Al-Qur'an dan beriman kepadanya.

Story Telling

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ berangkat bersama beberapa sahabat menuju pasar 'Ukaz. Di tengah perjalanan, di daerah Nakhla, beliau berhenti dan melaksanakan shalat Subuh berjamaah dengan mengeraskan bacaan Al-Qur'an.

Pada saat yang sama, jin-jin yang biasa mencuri berita langit mendapati langit dijaga ketat dengan panah-panah api. Mereka kebingungan dan berkata, "Pasti ada sesuatu yang besar yang terjadi." Maka mereka menyebar ke seluruh penjuru bumi untuk mencari tahu.

Sekelompok jin yang menuju arah Tihamah (wilayah Makkah) tiba di Nakhla dan mendengar suara indah yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Mereka pun duduk dan mendengarkan dengan khusyuk. Setelah selesai, mereka berkata satu sama lain, "Demi Allah, inilah yang menghalangi kita dari berita langit." Lalu mereka kembali kepada kaumnya dan mengajak mereka beriman.

Allah kemudian menurunkan kepada Nabi-Nya: "Katakanlah, telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al-Qur'an..." (QS. Al-Jinn: 1).

Hikmah dari kisah ini: Al-Qur'an adalah petunjuk bagi siapa saja yang mendengarnya dengan hati yang terbuka, baik manusia maupun jin. Bacaan Al-Qur'an yang benar dan indah memiliki daya tarik tersendiri yang mampu meluluhkan hati.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengeraskan bacaan pada shalat Subuh adalah sunnah yang dilakukan Nabi ﷺ dan para sahabat. Ini termasuk dalam shalat-shalat yang bacaan ayatnya dikeraskan (jahr).
  2. Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar yang menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana jin pun beriman karenanya.
  3. Menjaga bacaan Al-Qur'an dengan tartil dan suara yang indah adalah bagian dari adab dalam beribadah, karena dapat menyentuh hati pendengarnya.
  4. Kisah jin yang beriman mengajarkan kita untuk tidak meremehkan dakwah, karena hidayah bisa datang kepada siapa saja yang Allah kehendaki.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.