Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah hadits qudsi yang sangat agung. Ia menggambarkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang berusaha mendekat kepada-Nya. Setiap langkah kebaikan yang kita lakukan untuk mendekat kepada Allah, akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang jauh lebih besar dan lebih cepat. Ini adalah kabar gembira yang memotivasi kita untuk tidak pernah berhenti beribadah dan beramal saleh, karena Allah tidak pernah membiarkan usaha hamba-Nya sia-sia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab At-Tauhid, Bab "Menyebutkan Nabi ﷺ dan Riwayatnya dari Rabbnya", nomor 7536, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks Hadits (dengan harakat):
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ، حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ، سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ الْهَرَوِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ، قَالَ: "إِذَا تَقَرَّبَ الْعَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً".
Makna Ringkas: "Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa (dua hasta). Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, seorang ulama tabi'in yang terkenal, dari sahabat Anas bin Malik. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna hadits ini secara mendalam.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu hadits yang menunjukkan keutamaan qurb (kedekatan) seorang hamba kepada Allah. Mari kita pahami maknanya:
1. Makna "Taqarrub" (Mendekat)
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa "taqarrub" kepada Allah adalah dengan melakukan amal-amal ketaatan yang diperintahkan, baik yang wajib maupun yang sunnah. Semakin banyak dan ikhlas amal kita, semakin dekat kita kepada Allah.
2. Balasan yang Berlipat Ganda
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa makna "Aku mendekat kepadanya" adalah balasan dari Allah atas usaha hamba-Nya. Ini bukan berarti Allah berpindah tempat atau memiliki sifat seperti makhluk. Maha Suci Allah dari hal itu. Ini adalah bentuk tasybih (penggambaran) untuk menunjukkan betapa cepat dan besarnya rahmat Allah dalam membalas hamba-Nya yang berusaha mendekat.
3. Urutan Balasan yang Semakin Besar
Perhatikan urutannya:
- Hamba mendekat 1 jengkal → Allah mendekat 1 hasta (6 jengkal)
- Hamba mendekat 1 hasta → Allah mendekat 1 depa (2 hasta)
- Hamba datang berjalan → Allah datang berlari
Ini menunjukkan bahwa semakin besar usaha kita, semakin besar pula balasan Allah, bahkan melebihi usaha kita. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beramal, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka sedikit pun.
4. Sifat Allah yang Maha Pemurah
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa Allah sangat mencintai hamba-Nya yang berusaha mendekat kepada-Nya. Allah tidak pernah pelit dalam memberikan balasan, justru Dia membalas dengan lebih banyak dan lebih cepat.
5. Perhatian terhadap Hadits Qudsi
Hadits ini disebut hadits qudsi karena Nabi ﷺ meriwayatkannya dari Allah. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalam bab tauhid karena menunjukkan keagungan Allah dan keutamaan-Nya dalam membalas amal hamba-Nya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Al-Hasan al-Bashri - seorang ulama tabi'in yang terkenal dengan ibadah dan tangisannya - pernah berkata kepada para sahabatnya:
"Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mencapai kemuliaan di sisi Allah kecuali dengan beribadah kepada-Nya. Dan Allah tidak pernah membiarkan orang yang beribadah kepada-Nya tanpa balasan. Jika kalian mendekat kepada-Nya, Dia akan mendekat kepada kalian. Jika kalian berjalan kepada-Nya, Dia akan berlari kepada kalian."
Kemudian beliau menangis dan berkata: "Betapa mulianya Tuhan yang membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih besar, dan membalas keburukan dengan memaafkan."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Allah tidak pernah pelit dalam membalas hamba-Nya. Justru kitalah yang sering pelit dalam beribadah kepada-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak amal ketaatan, baik yang wajib maupun yang sunnah, karena setiap amal akan mendekatkan kita kepada Allah.
- Jangan meremehkan amal kecil, karena satu jengkal ketaatan bisa menjadi pintu menuju kedekatan yang lebih besar.
- Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita, sekecil apa pun itu.
- Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk terus istiqamah dalam beribadah, terutama di saat kita merasa lelah atau malas.
- Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah selalu siap menerima hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.