Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan keutamaan besar umat Islam dibandingkan umat sebelumnya. Meskipun usia dunia umat ini lebih pendek (seperti waktu Ashar hingga maghrib), Allah memberikan pahala berlipat ganda (dua qirat) atas amal mereka yang sedikit. Ini adalah murni karunia dan keutamaan Allah, bukan karena kezaliman-Nya kepada umat lain.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Baqarah [2]: 148
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۚ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemahan: "Dan bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Hadits:
Hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih Al-Bukhari (no. 7467, Kitab Tauhid, Bab Tentang Kehendak dan Iradah). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 196) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.
Penjelasan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/467-468) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan umat Muhammad ﷺ dalam hal pahala meskipun usia mereka lebih pendek. Beliau juga menekankan bahwa "qirat" di sini adalah ukuran pahala yang besar, bukan qirat duniawi.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16/216) mengatakan bahwa hadits ini adalah dalil tentang keutamaan umat Islam dan bahwa amal mereka yang sedikit diberi pahala berlipat ganda karena kemuliaan Al-Qur'an dan keimanan mereka.
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (1/67) menafsirkan ayat "فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ" sebagai anjuran untuk berlomba dalam kebaikan karena pahala yang besar menanti, sebagaimana digambarkan dalam hadits ini.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu hadits yang paling jelas menunjukkan keutamaan umat Islam. Rasulullah ﷺ menggunakan perumpamaan waktu yang sangat mudah dipahami. Beliau bersabda bahwa sisa waktu umat ini di dunia dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya hanyalah seperti waktu antara shalat Ashar dan terbenamnya matahari. Ini menunjukkan bahwa usia dunia secara keseluruhan sudah sangat tua, dan umat Islam hadir di akhir zaman.
Kemudian beliau menjelaskan perumpamaan pahala:
- Umat Yahudi diberi Taurat dan mereka mengamalkannya hingga tengah hari (waktu yang panjang). Namun mereka kemudian lemah dan hanya diberi satu qirat untuk setiap amal.
- Umat Nasrani diberi Injil dan mereka mengamalkannya hingga waktu Ashar (waktu yang lebih pendek dari Yahudi). Mereka juga lemah dan hanya diberi satu qirat.
- Umat Islam diberi Al-Qur'an dan mereka mengamalkannya hingga maghrib (waktu yang paling pendek). Namun mereka diberi dua qirat untuk setiap amal.
Ketika umat Yahudi protes karena merasa dizalimi, Allah menjawab bahwa Dia tidak menzalimi mereka sedikit pun. Ini adalah karunia murni dari Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (1/45) menjelaskan bahwa keutamaan ini karena tiga hal:
- Kemuliaan Al-Qur'an sebagai kitab terakhir dan paling sempurna.
- Keimanan umat ini yang lebih kuat meskipun usianya pendek.
- Rahmat Allah yang luas kepada umat Muhammad ﷺ.
Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam Kitab Tauhid, Bab Tentang Kehendak dan Iradah, untuk menunjukkan bahwa kehendak Allah mutlak dan tidak ada yang bisa mempertanyakan keadilan-Nya. Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa menghalangi.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa ketika beliau mendengar hadits ini langsung dari Rasulullah ﷺ di atas mimbar, beliau sangat terkesan. Imam Az-Zuhri (salah satu tabi'in besar) meriwayatkan bahwa Ibnu Umar sering mengulang-ulang hadits ini kepada murid-muridnya. Suatu hari, seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar, "Wahai Abu Abdurrahman, mengapa engkau sering menyebut hadits ini?" Ibnu Umar menjawab, "Karena di dalamnya ada kabar gembira bagi kita. Kita diberi usia pendek tetapi pahala besar. Maka jangan sia-siakan waktu yang sedikit ini untuk beramal saleh." (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Az-Zuhd dengan sanad yang shahih).
Kesimpulan Praktis
- Bersyukurlah karena Allah memberikan keutamaan besar kepada umat ini berupa pahala berlipat ganda.
- Manfaatkan waktu yang singkat ini untuk beramal saleh, karena pahalanya besar.
- Jangan iri dengan orang lain, karena karunia Allah diberikan sesuai kehendak-Nya.
- Yakinlah bahwa Allah tidak pernah zalim, semua ketetapan-Nya penuh hikmah.
- Berlomba-lombalah dalam kebaikan, karena pahala menanti di akhirat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.