Bab Mengangkat Pandangan ke Imam dalam Shalat
حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، قَالَ حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، قَالَ قُلْنَا لِخَبَّابٍ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ قَالَ نَعَمْ. قُلْنَا بِمَ كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ ذَاكَ قَالَ بِاضْطِرَابِ لِحْيَتِهِ.
Musa berkata: Abdul Wahid menceritakan kepada kami, Al-A'mash dari Umarah bin Umair, dari Abu Ma'mar, ia berkata: "Kami bertanya kepada Khabbab, apakah Rasulullah ﷺ membaca dalam shalat Zhuhur dan Ashar? Ia menjawab: "Ya." Kami bertanya: "Dengan apa kalian mengetahui hal itu?" Ia berkata: "Dengan gerakan janggutnya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
