Penjelasan Hadits Bukhari No. 7429 tentang Malaikat bergantian siang malam dan berkumpul saat Subuh dan Ashar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ada malaikat yang bertugas bergiliran menjaga manusia: satu kelompok di malam hari dan satu kelompok di siang hari. Keduanya bertemu pada waktu shalat Ashar dan shalat Fajr (Subuh). Malaikat malam kemudian naik menghadap Allah, dan Allah bertanya kepada mereka tentang keadaan hamba-hamba-Nya, padahal Allah lebih mengetahui. Jawaban malaikat menunjukkan keutamaan orang yang menjaga shalat, karena mereka meninggalkan dan mendatangi hamba tersebut dalam keadaan sedang shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Tauhid, Bab Perkataan Allah Ta'ala, nomor 7429, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْعَصْرِ وَصَلاَةِ الْفَجْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ فَيَسْأَلُهُمْ وَهْوَ أَعْلَمُ بِكُمْ فَيَقُولُ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ "

Terjemahan: "Ada sekelompok malaikat yang berpatroli di antara kalian di malam hari dan sekelompok malaikat di siang hari, dan kedua kelompok itu berkumpul pada waktu shalat Ashar dan shalat Fajr. Kemudian malaikat yang bermalam di antara kalian naik (ke langit) dan Allah bertanya kepada mereka — padahal Dia lebih mengetahui tentang kalian. Dia berfirman: 'Dalam keadaan apa kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?' Mereka menjawab: 'Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan ketika kami datang kepada mereka, mereka juga dalam keadaan shalat.'"

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan erat dengan hadits ini:

وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

QS. Al-Isra' [17]: 78

Terjemahan: "...dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa shalat Subuh disaksikan oleh malaikat malam dan malaikat siang, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah ini. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membawakan hadits ini dan menjelaskan maknanya secara panjang, termasuk bahwa pertemuan malaikat terjadi pada dua waktu tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk hadits-hadits tentang sifat-sifat Allah dan tauhid, karena itu Imam Al-Bukhari menempatkannya dalam Kitab Tauhid. Di dalamnya terkandung penetapan bahwa Allah berbicara (kalam), bertanya, dan mengetahui segala sesuatu, namun pertanyaan-Nya bukan karena ketidaktahuan, melainkan untuk memuliakan hamba yang disebutkan dalam keadaan shalat.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan beberapa poin penting:

  1. Malaikat bergiliran (تَعَاقُب): Ada malaikat yang bertugas pada malam hari dan ada yang bertugas pada siang hari. Mereka saling menggantikan. Ini menunjukkan perhatian besar Allah terhadap hamba-Nya, sampai-sampai Dia menugaskan malaikat khusus untuk mencatat dan menjaga mereka.
  2. Waktu berkumpulnya dua kelompok malaikat: Yaitu pada shalat Ashar dan shalat Fajr (Subuh). Ini menunjukkan keutamaan dua shalat tersebut. Karena itulah Rasulullah ﷺ sangat menekankan menjaga keduanya, terutama bagi orang munafik yang berat melaksanakannya.
  3. Malaikat malam naik dan ditanya oleh Allah: Allah bertanya kepada malaikat yang bermalam, "Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?" Padahal Allah lebih mengetahui. Ini menunjukkan bahwa amal hamba dicatat dan dilaporkan, dan pertanyaan ini adalah bentuk pemuliaan bagi hamba yang shalat.
  4. Jawaban malaikat: "Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka dalam keadaan shalat." Artinya, dari waktu ke waktu, hamba tersebut konsisten menjaga shalat. Ini menunjukkan keutamaan menjaga shalat pada waktunya, khususnya shalat Subuh dan Ashar.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah dan menjaga shalat pada waktunya, serta bahwa malaikat mendoakan dan mencatat kebaikan hamba.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitab-kitabnya menekankan bahwa tauhid yang benar melahirkan konsistensi dalam ibadah, terutama shalat. Orang yang benar tauhidnya akan menjaga shalatnya, karena shalat adalah bukti keimanan dan penghambaan kepada Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sifat kalam Allah dan bahwa Allah berbicara dengan malaikat-Nya, serta bahwa malaikat adalah makhluk yang mulia dan taat. Beliau juga menekankan bahwa pertanyaan Allah bukan karena tidak tahu, tetapi untuk menampakkan keutamaan hamba di hadapan para malaikat.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Tidak ada perbedaan mendasar dalam memahami hadits ini. Semua ulama yang disebutkan sepakat bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat Ashar dan Subuh, serta penetapan sifat kalam Allah. Yang paling kuat adalah pendapat yang menetapkan sifat-sifat Allah sebagaimana datangnya tanpa tahrif (mengubah), ta'thil (menolak), takyif (menanyakan bagaimana), dan tamtsil (menyerupakan), sesuai manhaj Ahlus Sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat menjaga shalatnya dan mendorong orang lain untuk menjaga shalat, terutama shalat Subuh dan Ashar. Beliau memahami betul bahwa pada dua waktu itu, malaikat malam dan malaikat siang berkumpul, dan amal hamba dilaporkan kepada Allah.

Al-Hasan al-Bashri — seorang tabi'in yang terkenal zuhud dan takwa — pernah berkata tentang pentingnya menjaga shalat: "Wahai manusia, jagalah shalat kalian, karena shalat adalah tiang agama. Barangsiapa menjaga shalatnya, maka ia telah menjaga agamanya." Beliau juga mengingatkan bahwa malaikat mencatat setiap amal, sehingga seorang hamba harus berhati-hati.

Fudail bin 'Iyadh — seorang ulama besar yang dikenal sebagai ahli ibadah — pernah menasihati seseorang: "Jika engkau ingin malaikat mencatatmu dalam keadaan shalat, maka jadikanlah shalat sebagai prioritasmu. Jangan sampai engkau didatangi malaikat malam atau malaikat siang dalam keadaan lalai dari shalat."

Hikmahnya: Jagalah shalat, terutama Subuh dan Ashar, karena pada saat itulah amal kita dilaporkan kepada Allah dalam keadaan terbaik.

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah shalat Subuh dan Ashar dengan sungguh-sungguh, karena pada dua waktu itu malaikat malam dan siang berkumpul dan amal kita dilaporkan kepada Allah.
  2. Pahami bahwa Allah berbicara dan bertanya — ini bagian dari tauhid. Kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa mengubah, menolak, atau menyerupakan.
  3. Malaikat mencatat amal kita — sadarilah bahwa setiap perbuatan kita dicatat, maka berusahalah selalu dalam keadaan taat, terutama shalat.
  4. Jangan remehkan shalat berjamaah — hadits ini menunjukkan keutamaan shalat pada waktunya, dan shalat berjamaah lebih utama.
  5. Tauhid yang benar melahirkan ibadah yang konsisten — jika kita benar dalam bertauhid, maka shalat kita akan terjaga.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?