Shahih Al-Bukhari · Kitab Hukum · No. 7215

Bab Bai'at Perempuan

Shahih

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ حَفْصَةَ، عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ، قَالَتْ بَايَعْنَا النَّبِيَّ ﷺ فَقَرَأَ عَلَىَّ أَنْ لاَ يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَنَهَانَا عَنِ النِّيَاحَةِ، فَقَبَضَتِ امْرَأَةٌ مِنَّا يَدَهَا فَقَالَتْ فُلاَنَةُ أَسْعَدَتْنِي وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أَجْزِيَهَا، فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا، ثُمَّ رَجَعَتْ، فَمَا وَفَتِ امْرَأَةٌ إِلاَّ أُمُّ سُلَيْمٍ وَأُمُّ الْعَلاَءِ، وَابْنَةُ أَبِي سَبْرَةَ امْرَأَةُ مُعَاذٍ أَوِ ابْنَةُ أَبِي سَبْرَةَ وَامْرَأَةُ مُعَاذٍ.

haddatsana musaddadun, haddatsana abdu alwaritsi, an ayyuba, an hafshaha, an ummi athiyyaha, qalat bayana annabiyya faqaraa alaa an la yusyrikna biallahi syayan wanahana ani anniyahahi, faqabadhati amraahun minna yadaha faqalat fulanahu asadatni waana uridu an ajziyaha, falam yaqul syayan, tsumma rajaat, fama wafati amraahun ila ummu sulaymin waummu alalai, wabnahu abi sabraha amraahu muadzin awi abnahu abi sabraha wamraahu muadzin.

Kami telah memberikan bai'at kepada Nabi Muhammad ﷺ dan beliau membacakan kepada saya ayat (60.12). Bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dalam ibadah kepada Allah (60.12). Dan beliau juga melarang kami dari meratap dan mengeluh atas kematian. Seorang wanita dari kami mengulurkan tangannya dan berkata, "Si Fulanah menangisi seorang yang meninggal dari keluargaku dan aku ingin menggantinya atas tangisan itu." Nabi tidak mengatakan apa-apa sebagai jawaban dan dia pergi dan kembali. Tidak ada wanita-wanita itu yang memenuhi bai'atnya kecuali Um Sulaim, Um Al-‘Ala’, dan putri Abi Sabra, istri Al-Mu’adh atau putri Abi Sabra dan istri Mu’adh.

Penjelasan