Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 7135 tentang Tanda dekatnya kiamat dengan keluarnya Ya'juj dan Ma'juj

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang tanda besar hari kiamat, yaitu terbukanya tembok (penghalang) Ya'juj dan Ma'juj. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa pada zamannya telah terbuka lubang kecil dari tembok tersebut sebagai awal dari keluarnya mereka di akhir zaman. Hadits ini juga mengajarkan bahwa ketika keburukan dan kemaksiatan telah merajalela, maka azab bisa turun kepada semua orang, termasuk orang-orang saleh yang tidak mampu mengubah kemungkaran.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang Ya'juj dan Ma'juj:

إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ

"Sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu adalah orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi." (QS. Al-Kahfi [18]: 94)

Dan firman-Nya tentang keluarnya mereka:

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

"Hingga apabila dibuka (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (QS. Al-Anbiya' [21]: 96)

Hadits terkait:

Hadits yang sedang kita bahas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Fitnah, Bab Ya'juj dan Ma'juj, no. 7135, dari Zainab binti Jahsh radhiyallahu 'anha.

Kaitan dengan ulama:

Hadits ini diriwayatkan melalui jalur Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri) yang merupakan salah satu ulama tabi'in yang sangat dihormati dan termasuk dalam daftar rujukan kita. Beliau adalah seorang imam dalam ilmu hadits dan sirah.

Penjelasan Rinci

Makna Hadits:

  1. "Faz'i" (فَزِعًا) - Rasulullah ﷺ masuk ke rumah Zainab binti Jahsh dalam keadaan terkejut dan khawatir. Ini menunjukkan betapa seriusnya berita yang beliau sampaikan. Para ulama menjelaskan bahwa ketakutan beliau bukan karena takut kepada makhluk, tetapi karena khawatir akan terjadinya kerusakan besar di muka bumi.
  2. "Wailun lil 'Arab" (وَيْلٌ لِلْعَرَبِ) - Ini adalah ungkapan peringatan keras. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maknanya adalah "celakalah orang Arab" karena mereka akan menjadi korban pertama dari kejahatan yang akan terjadi. Ini karena negeri Arab adalah tempat pertama munculnya fitnah-fitnah besar tersebut.
  3. "Futihatil yauma min radmi Ya'juj wa Ma'juj" - Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa pada hari itu telah terbuka lubang dari tembok Ya'juj dan Ma'juj. Beliau membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari telunjuknya untuk menggambarkan seberapa besar lubang tersebut. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah awal dari terbukanya tembok tersebut, dan akan terus melebar hingga akhirnya mereka keluar semua di akhir zaman.
  4. Pertanyaan Zainab dan jawaban Nabi ﷺ: Zainab bertanya, "Apakah kita akan binasa padahal di antara kita ada orang-orang saleh?" Nabi ﷺ menjawab, "Ya, jika keburukan telah banyak." Ini menunjukkan bahwa ketika kemaksiatan merajalela dan orang-orang saleh tidak mampu mengubahnya, maka azab bisa turun kepada semua orang. Namun perlu dipahami bahwa orang-orang saleh akan dibangkitkan sesuai dengan amal mereka.

Pemahaman Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu tanda kenabian, karena Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang sesuatu yang ghaib yang tidak mungkin beliau ketahui kecuali dari wahyu Allah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Ya'juj dan Ma'juj adalah dua umat dari keturunan Adam yang akan keluar di akhir zaman. Mereka akan membuat kerusakan besar di muka bumi, dan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka kecuali dengan pertolongan Allah melalui ulat yang keluar dari leher-leher mereka.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keluarnya Ya'juj dan Ma'juj adalah salah satu tanda kiamat besar yang pasti terjadi, dan tidak ada yang mengetahui waktunya kecuali Allah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Nabi ﷺ mengabarkan tentang terbukanya tembok Ya'juj dan Ma'juj, para sahabat merasa khawatir. Namun Nabi ﷺ menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari takdir Allah yang pasti terjadi. Yang penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri dengan iman dan amal saleh.

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Ya'juj dan Ma'juj menggali tembok setiap hari, hingga ketika mereka hampir menembusnya, mereka berkata, 'Besok kita akan menembusnya.' Maka Allah mengembalikan tembok itu seperti semula. Hingga ketika Allah menghendaki untuk mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka berkata, 'Besok kita akan menembusnya, insya Allah.' Maka keesokan harinya mereka dapati tembok itu telah tembus, dan mereka pun keluar." (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah. Tidak ada yang bisa menghalangi ketetapan-Nya. Yang bisa kita lakukan adalah beriman, beramal saleh, dan berdoa agar Allah melindungi kita dari fitnah-fitnah akhir zaman.

Kesimpulan Praktis

  1. Beriman kepada tanda-tanda kiamat - Hadits ini menguatkan keimanan kita kepada hari akhir dan tanda-tandanya yang telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
  2. Menjauhi kemaksiatan - Ketika keburukan merajalela, azab bisa turun kepada semua orang. Maka kita harus berusaha menjauhi kemaksiatan dan beramar ma'ruf nahi mungkar sesuai kemampuan.
  3. Bersiap menghadapi fitnah akhir zaman - Perbanyak ilmu syar'i, amal saleh, dan doa agar Allah melindungi kita dari fitnah-fitnah besar.
  4. Tidak berputus asa dari rahmat Allah - Meskipun banyak keburukan, kita tetap berharap rahmat Allah dan berusaha menjadi bagian dari orang-orang saleh yang istiqamah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.