Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang salah satu tanda dekatnya hari kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan (al-harj). Kata "al-harj" dalam bahasa Habasyah (Etiopia) berarti pembunuhan. Ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang fitnah besar yang akan terjadi di akhir zaman, dan para sahabat pun saling menguatkan pemahaman tentang makna kata tersebut.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits yang Anda sebutkan adalah bagian dari hadits yang lebih panjang. Dalam Shahih Al-Bukhari, hadits ini diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
"أَمَامَ السَّاعَةِ أَيَّامٌ يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ، وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ، وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ، وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ"
Artinya: "Menjelang hari kiamat ada hari-hari di mana kebodohan merajalela, ilmu diangkat, dan banyak terjadi al-harj. Al-harj adalah pembunuhan." (HR. Al-Bukhari no. 7065, dari Abu Musa Al-Asy'ari)
Dalam riwayat lain yang juga dalam Shahih Al-Bukhari, disebutkan bahwa Abu Musa berkata: "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda seperti itu, dan al-harj dalam bahasa Habasyah berarti pembunuhan." Ini menunjukkan bahwa para sahabat menjelaskan makna kata asing yang mungkin tidak dipahami semua orang.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa kata "al-harj" berasal dari bahasa Habasyah, dan maknanya adalah pembunuhan. Beliau menukil penjelasan ini dari para ulama bahasa.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menjelaskan makna al-harj sebagai pembunuhan, dan beliau menyebutkan bahwa kata ini asing (gharib) sehingga Nabi ﷺ menjelaskannya kepada para sahabat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Makna Al-Harj
Kata "al-harj" (الْهَرْجُ) adalah kata yang berasal dari bahasa Habasyah. Dalam bahasa Arab, kata ini tidak umum digunakan untuk arti pembunuhan. Oleh karena itu, Nabi ﷺ menjelaskan maknanya secara langsung agar para sahabat memahaminya dengan benar. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan pemahaman umatnya terhadap setiap perkataan beliau.
2. Tanda Dekatnya Hari Kiamat
Hadits ini mengabarkan bahwa menjelang hari kiamat akan terjadi:
- Kebodohan merajalela - ilmu agama semakin sedikit, ulama wafat, dan orang-orang tidak lagi belajar agama dengan benar.
- Ilmu diangkat - bukan berarti ilmu hilang dari dunia, tetapi para ulama yang membawa ilmu itu wafat, sehingga manusia kehilangan rujukan.
- Banyak pembunuhan - terjadi pertumpahan darah di mana-mana, baik karena perang, fitnah, maupun kekacauan.
3. Penjelasan Para Ulama
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu tanda kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan. Beliau juga menjelaskan bahwa kata "al-harj" dalam bahasa Habasyah memang berarti pembunuhan, dan ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan para sahabat untuk memahami kata-kata asing yang mungkin tidak dikenal.
- Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam "Kitab Fitnah" karena berkaitan dengan fitnah besar yang terjadi di akhir zaman.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa banyaknya pembunuhan adalah salah satu tanda kiamat yang sudah mulai terlihat di zaman kita. Beliau menekankan bahwa umat Islam harus berlindung kepada Allah dari fitnah-fitnah tersebut.
4. Hikmah dari Penjelasan Abu Musa
Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa al-harj dalam bahasa Habasyah berarti pembunuhan. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan detail-detail ilmu dan berusaha menyampaikan pemahaman yang benar kepada orang lain. Mereka tidak malu untuk bertanya atau menjelaskan meskipun itu tentang kata-kata asing.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang sangat cinta kepada ilmu. Beliau pernah berkata: "Barangsiapa yang diberi ilmu oleh Allah, maka hendaknya dia mengajarkannya kepada orang lain." Beliau juga dikenal sebagai sahabat yang suka bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hal-hal yang belum beliau pahami.
Dalam hadits ini, kita melihat bagaimana Abu Musa duduk bersama Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dan beliau menyampaikan apa yang didengarnya dari Nabi ﷺ. Ini menunjukkan adab para sahabat dalam menuntut ilmu: mereka saling berbagi, saling menguatkan, dan tidak merasa malu untuk menjelaskan meskipun itu tentang kata asing.
Hikmah: Para sahabat adalah teladan dalam semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya. Mereka tidak pelit ilmu, dan mereka berusaha memastikan bahwa pemahaman mereka benar.
Kesimpulan Praktis
- Banyaknya pembunuhan adalah tanda kiamat - Kita harus berlindung kepada Allah dari fitnah dan kekacauan.
- Ilmu akan diangkat - Maka kita harus bersemangat menuntut ilmu agama sebelum ilmu itu hilang.
- Kebodohan merajalela - Kita harus berusaha menjadi orang yang berilmu dan mengajarkannya kepada orang lain.
- Semangat para sahabat dalam ilmu - Kita harus meneladani mereka dalam bertanya, belajar, dan menyampaikan ilmu.
- Memahami kata-kata asing dalam hadits - Ini menunjukkan pentingnya mempelajari bahasa Arab dan memahami konteks hadits dengan benar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.