Bab Menghembus dalam Mimpi
Shahih
haddatsani ishaqu ibnu ibrahima alhanzhaliyyu, haddatsana abdu arrazzaqi, akhbarana mamarun, an hammami ibni munabbihin, qala hadza ma haddatsana bihi abu hurayraha, an rasuli allahi qala " nahnu alakhiruna assabiquna ". waqala rasulu allahi " bayna ana naimun idz utitu khazaina alardhi, fawudhia fi yadaa siwarani min dzahabin, fakabura alaa waahammani, fauhiya ilaa ani anfukhhuma, fanafakhtuhuma fathara, faawwaltuhuma alkaddzabayni alladzayni ana baynahuma shahiba shanaa washahiba alyamamahi ".
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali, telah menceritakan kepada kami Abdul Razzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari Hammam bin Munabbih, ia berkata: "Ini adalah apa yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ bersabda: "Kami adalah yang terakhir (datang) tetapi (akan menjadi) yang terawal (pada Hari Kebangkitan)." Rasulullah ﷺ lebih lanjut bersabda: "Ketika aku tidur, aku diberikan harta karun bumi, dan dua gelang emas diletakkan di tanganku, tetapi aku merasa sangat terganggu, dan kedua gelang itu sangat menggangguku, tetapi aku diinspirasi untuk menghembuskan keduanya, maka aku menghembuskannya dan keduanya terbang. Kemudian aku menafsirkan bahwa kedua gelang itu adalah para pendusta di antara mereka yang aku (yaitu, yang dari San'a' dan yang dari Yamama).