Bab Mimpi di Malam Hari
Shahih
haddatsana abdu allahi ibnu maslamaha, an malikin, an nafiin, an abdi allahi ibni umara rdh allah nhm anna rasula allahi qala " urani allaylaha inda alkabahi faraaytu rajulan adama kaahsani ma anta rain min udmi arrijali, lahu limmahun kaahsani ma anta rain mina allimami, qad rajjalaha taqthuru maan, muttakian ala rajulayni aw ala awatiqi rajulayni yathufu bialbayti, fasaaltu man hadza faqila almasihu abnu maryama. tsumma idza ana birajulin jadin qathathin awari alayni alyumna kaannaha inabahun thafiyahun, fasaaltu man hadza faqila almasihu addajjalu ".
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Nafi', dari Abdullah bin Umar -semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku melihat diriku (dalam mimpi) di dekat Ka'bah malam tadi, dan aku melihat seorang laki-laki berkulit kemerahan, sebaik-baiknya yang dapat kamu lihat di antara laki-laki berkulit demikian, memiliki rambut panjang yang mencapai telinga, yang merupakan rambut terbaik dari jenisnya, dan ia telah menyisir rambutnya dan air menetes darinya, dan ia sedang melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah sambil bersandar pada dua orang atau di atas kedua bahu dua orang. Aku bertanya, 'Siapakah orang ini?' Seseorang menjawab, '(Dia adalah) Al-Masih, putra Maryam.' Kemudian aku melihat seorang laki-laki lain yang berambut keriting, buta di mata kanan yang terlihat seperti anggur yang menonjol. Aku bertanya, 'Siapakah ini?' Seseorang menjawab, '(Dia adalah) Al-Masih, Al-Dajjal.'"