Bab Hila dalam Nikah
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، عَنِ الْحَسَنِ، وَعَبْدِ اللَّهِ، ابْنَىْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِمَا، أَنَّ عَلِيًّا ـ رضى الله عنه ـ قِيلَ لَهُ إِنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ لاَ يَرَى بِمُتْعَةِ النِّسَاءِ بَأْسًا. فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْهَا يَوْمَ خَيْبَرَ، وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الإِنْسِيَّةِ. وَقَالَ بَعْضُ النَّاسِ إِنِ احْتَالَ حَتَّى تَمَتَّعَ، فَالنِّكَاحُ فَاسِدٌ. وَقَالَ بَعْضُهُمُ النِّكَاحُ جَائِزٌ وَالشَّرْطُ بَاطِلٌ.
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Ubaidullah bin Umar, telah menceritakan kepada kami Az-Zuhri, dari Al-Hasan dan Abdullah, putra Muhammad bin Ali dari ayah mereka, bahwa Ali -semoga Allah meridhoinya- dikatakan kepada mereka bahwa Ibn Abbas tidak melihat adanya bahaya dalam mut'ah. Ali berkata, "Rasulullah ﷺ melarang mut'ah pada hari Khaibar dan melarang memakan daging keledai." Sebagian orang berkata, "Jika seseorang, dengan cara yang licik, menikah sementara, maka pernikahannya tidak sah." Sebagian yang lain berkata, "Pernikahan itu sah tetapi syaratnya tidak sah."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
