Bab tentang apa yang datang dari para penafsir
Shahih
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana abu awanaha, an hushaynin, an fulanin, qala tanazaa abu abdi arrahmani wahibbanu ibnu athiyyaha faqala abu abdi arrahmani lihibbana laqad alimtu adzi jarraa shahibaka ala addimai yani aliyyan. qala ma huwa la aba laka qala syaun samituhu yaquluhu. qala ma huwa qala baatsani rasulu allahi waazzubayra waaba martsadin wakulluna farisun qala " anthaliqu hatta tatu rawdhaha hajin qala abu salamaha hakadza qala abu awanaha hajin fainna fiha amraahan maaha shahifahun min hathibi ibni abi baltaaha ila almusyrikina fatuni biha ". fanthalaqna ala afrasina hatta adraknaha haytsu qala lana rasulu allahi tasiru ala bairin laha, wakana kataba ila ahli makkaha bimasiri rasuli allahi ilayhim. faqulna ayna alkitabu adzi maaki qalat ma mai kitabun. faanakhna biha bairaha, fabtaghayna fi rahliha fama wajadna syayan. faqala shahibi ma nara maaha kitaban. qala faqultu laqad alimna ma kadzaba rasulu allahi tsumma halafa aliyyun waadzi yuhlafu bihi latukhrijinna alkitaba aw lujarridannaki. faahwat ila hujzatiha waha muhtajizahun bikisain faakhrajati asshahifaha, faataw biha rasula allahi faqala umaru ya rasula allahi qad khana allaha warasulahu waalmuminina. dani faadhriba unuqahu. faqala rasulu allahi " ya hathibu ma hamalaka ala ma shanata ". qala ya rasula allahi mali an la akuna muminan biallahi warasulihi, walakinni aradtu an yakuna li inda alqawmi yadun, yudfau biha an ahli wamali, walaysa min ashhabika ahadun ila lahu hunalika min qawmihi man yadfau allahu bihi an ahlihi wamalihi. qala " shadaqa, la taqulu lahu ila khayran ". qala faada umaru faqala ya rasulu allahi qad khana allaha warasulahu waalmuminina, dani faladhriba unuqahu. qala " awalaysa min ahli badrin, wama yudrika laalla allaha atthalaa alayhim faqala amalu ma syitum faqad awjabtu lakumu aljannaha ". faghrawraqat aynahu faqala allahu warasuluhu alamu.
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dari Husain, dari Fulan, ia berkata: "Abu Abdur-Rahman dan Hibban bin 'Atiyya bertengkar. Abu Abdur-Rahman berkata kepada Hibban: 'Engkau tahu apa yang membuat sahabatmu (yaitu Ali) berani menumpahkan darah.' Hibban berkata: 'Ayo! Apa itu?' Abu Abdur-Rahman berkata: 'Sesuatu yang aku dengar dia katakan.' Yang lainnya berkata: 'Apa itu?' Abu Abdur-Rahman berkata: 'Ali berkata, Rasulullah ﷺ mengutusku, Az-Zubair, dan Abu Marthad, dan kami semua adalah penunggang kuda, dan berkata: 'Berangkatlah hingga kalian sampai di Raudat-Hajj (Abu Salamah berkata bahwa Abu Awanah menyebutnya seperti ini, yaitu Hajj di mana ada seorang wanita yang membawa surat dari Hatib bin Abi Balta'a kepada orang-orang musyrik. Maka bawalah surat itu kepadaku.' Maka kami berangkat menunggang kuda hingga kami menjumpainya di tempat yang telah disebutkan oleh Rasulullah ﷺ. Dia sedang berkendara di unta. Dalam surat itu, Hatib telah menulis kepada orang-orang Mekah tentang serangan yang direncanakan Rasulullah ﷺ terhadap mereka. Kami bertanya kepadanya: 'Di mana surat yang ada padamu?' Dia menjawab: 'Aku tidak memiliki surat.' Maka kami menjatuhkan unta dan mencari di barang bawaannya, tetapi kami tidak menemukan apa-apa. Temanku berkata: 'Kami tidak melihat ada surat bersamanya.' Aku berkata: 'Kami tahu bahwa Rasulullah ﷺ tidak berbohong.' Kemudian Ali bersumpah dengan nama-Nya yang seharusnya disumpahi: 'Engkau harus mengeluarkan surat itu atau aku akan membuka pakaiannya.' Dia kemudian meraih ikat pinggangnya dan mengeluarkan kertas (surat). Mereka membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Umar berkata: 'Wahai Rasulullah! Hatib telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman; biarkan aku memenggal lehernya!' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Wahai Hatib! Apa yang mendorongmu melakukan apa yang telah kau lakukan?' Hatib menjawab: 'Wahai Rasulullah! Mengapa aku tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya? Tetapi aku ingin agar ada sesuatu yang bisa melindungi keluargaku dan hartaku di antara mereka, dan tidak ada seorang pun dari sahabatmu kecuali memiliki orang-orang dari kaumnya yang melindungi keluarganya dan hartanya.' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dia telah berkata benar; maka janganlah kalian mengatakan kepadanya kecuali yang baik.' Umar kembali berkata: 'Wahai Rasulullah! Dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman; biarkan aku memenggal lehernya!' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bukankah dia termasuk orang-orang yang berperang di Badar? Dan apa yang kau tahu, mungkin Allah telah melihat mereka (para pejuang Badar) dan berkata kepada mereka: 'Lakukan apa yang kalian suka, karena aku telah menjanjikan surga untuk kalian?' Maka air mata Umar mengalir dan dia berkata: 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.'"