Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 6920 tentang Dosa besar: syirik, durhaka pada orang tua, sumpah palsu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tiga dosa besar yang paling utama: syirik (menyekutukan Allah), durhaka kepada kedua orang tua, dan sumpah palsu yang digunakan untuk merampas harta orang Muslim. Ini adalah peringatan keras agar kita menjauhi dosa-dosa besar yang dapat merusak iman, hubungan keluarga, dan keadilan sosial.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. An-Nisa' [4]: 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 6920, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya (no. 87) dengan redaksi yang serupa.

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (12/227) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan urutan dosa besar dari yang paling besar. Beliau juga menukil perkataan Imam Al-Bukhari bahwa dosa besar adalah setiap dosa yang diancam dengan neraka atau laknat atau kemurkaan Allah.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (2/92) menegaskan bahwa syirik adalah dosa paling besar, kemudian durhaka kepada orang tua, lalu sumpah palsu yang merugikan orang lain.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (2/279) saat menafsirkan QS. Al-An'am [6]: 151-152 menyebutkan bahwa Allah memulai dengan larangan syirik, lalu perintah berbuat baik kepada orang tua, karena keduanya adalah hak yang paling agung setelah hak Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini datang dari seorang Badui yang bertanya langsung kepada Nabi ﷺ tentang dosa-dosa besar. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat peduli untuk mengetahui apa yang harus mereka jauhi.

Pertama: Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni jika seseorang mati dalam keadaan belum bertaubat. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin (1/336) menjelaskan bahwa syirik adalah lawan dari tauhid, dan ia menghancurkan seluruh amal kebaikan. Syirik bukan hanya menyembah berhala, tetapi juga termasuk riya' (pamer) dalam ibadah, menggantungkan hati kepada selain Allah, dan meyakini ada kekuatan lain yang setara dengan Allah.

Kedua: Durhaka kepada Kedua Orang Tua (Uquq al-Walidain)

Setelah syirik, dosa terbesar berikutnya adalah durhaka kepada orang tua. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Adabul Mufrad (no. 5) bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar?" Beliau mengulanginya tiga kali, lalu bersabda: "Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan kesaksian palsu."

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (1/234) menjelaskan bahwa durhaka kepada orang tua mencakup segala bentuk perkataan dan perbuatan yang menyakiti mereka, seperti membentak, tidak mematuhi perintah yang baik, atau meninggalkan mereka di masa tua.

Ketiga: Sumpah Al-Ghamus (Sumpah Palsu untuk Merampas Harta)

Nabi ﷺ menyebutnya "Al-Ghamus" karena dosa ini "menenggelamkan" pelakunya ke dalam neraka. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (12/229) menjelaskan bahwa sumpah ini disebut ghamus karena ia menenggelamkan pelakunya dalam dosa, lalu menenggelamkannya ke dalam neraka.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 87) dengan tambahan: "Barangsiapa yang mengambil harta seorang Muslim dengan sumpah palsu, maka Allah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan surga." Seorang sahabat bertanya, "Walaupun hanya sedikit?" Beliau menjawab, "Walaupun hanya sebatang kayu arak."

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, suatu hari seorang Badui datang kepada Nabi ﷺ dengan pakaian sederhana dan sikap yang lugu. Ia bertanya dengan terus terang, "Wahai Rasulullah, apa saja dosa besar?" Nabi ﷺ menjawab dengan singkat namun penuh makna.

Yang menarik, Badui ini tidak bertanya tentang dosa kecil, tetapi langsung tentang dosa besar. Ini menunjukkan bahwa para sahabat dan orang-orang di sekitar Nabi ﷺ sangat serius dalam menjaga agama mereka. Mereka ingin tahu batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya (11/234) meriwayatkan bahwa Abdullah bin Amr berkata, "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, 'Seorang Muslim yang paling besar dosanya adalah yang paling besar dalam mengambil harta orang lain dengan sumpah palsu.'" Maka sejak saat itu, Abdullah bin Amr sangat berhati-hati dalam bersumpah, bahkan untuk urusan yang benar sekalipun.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi syirik dalam bentuk apa pun, baik syirik besar (menyembah selain Allah) maupun syirik kecil (riya' dan sumpah dengan nama selain Allah).
  2. Berbakti kepada orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat. Jangan sampai kita durhaka meskipun hanya dengan kata "ah" atau "uff".
  3. Jangan pernah bersumpah palsu, apalagi untuk mengambil hak orang lain. Jika terlanjur, segera kembalikan harta tersebut dan bertaubat.
  4. Belajarlah dari para sahabat yang sangat antusias menanyakan hal-hal yang dapat menyelamatkan mereka dari dosa besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjauhi dosa-dosa besar dan mengamalkan petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.