Bab Kewajiban bagi yang Memerdekakan dan Warisan Anak Angkat
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتِ اشْتَرَيْتُ بَرِيرَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " اشْتَرِيهَا، فَإِنَّ الْوَلاَءَ لِمَنْ أَعْتَقَ ". وَأُهْدِيَ لَهَا شَاةٌ فَقَالَ " هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ، وَلَنَا هَدِيَّةٌ ". قَالَ الْحَكَمُ وَكَانَ زَوْجُهَا حُرًّا، وَقَوْلُ الْحَكَمِ مُرْسَلٌ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَأَيْتُهُ عَبْدًا.
Diriwayatkan dari Aisyah: 'Saya membeli Barira (seorang budak perempuan). Nabi (ﷺ) berkata (kepada saya), "Beli dia, karena kewajiban adalah bagi yang memerdekakan." Suatu ketika dia diberikan seekor domba (sebagai sedekah). Nabi (ﷺ) berkata, "Itu (domba) adalah sedekah untuknya (Barira) dan hadiah untuk kami." Al-Hakam berkata, "Suami Barira adalah seorang pria merdeka." Ibn 'Abbas berkata, 'Ketika saya melihatnya, dia adalah seorang budak.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
