Bab Jika Makanan Tiba dan Shalat Dikumandangkan
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ أَبِي أُسَامَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " إِذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ، وَلاَ يَعْجَلْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ ". وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُوضَعُ لَهُ الطَّعَامُ وَتُقَامُ الصَّلاَةُ فَلاَ يَأْتِيهَا حَتَّى يَفْرُغَ، وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قِرَاءَةَ الإِمَامِ.
Dari Nafi', Ibn Umar berkata, "Rasulullah (ﷺ) bersabda, 'Jika makanan malam disajikan untuk salah seorang di antara kalian dan iqamah dikumandangkan, mulailah dengan makanan malam dan jangan terburu-buru (dan terus makan) sampai kalian menyelesaikannya.' Jika makanan disajikan untuk Ibn Umar dan iqamah dikumandangkan, ia tidak datang ke shalat sampai ia menyelesaikannya (yaitu makanan) meskipun ia mendengar bacaan (Al-Qur'an) oleh Imam (dalam shalat).
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
