Bab Pengecualian dalam Sumpah
Shahih
haddatsana qutaybahu ibnu saidin, haddatsana hammadun, an ghaylana ibni jaririn, an abi burdaha ibni abi musa, an abi musa alasyariyyi, qala ataytu rasula allahi fi rahthin mina alasyariyyina astahmiluhu faqala " waallahi la ahmilukum, ma indi ma ahmilukum ". tsumma labitsna ma syaa allahu, fautiya biibilin faamara lana bitsalatsahi dzawdin, falamma anthalaqna qala badhuna libadhin la yubariku allahu lana, atayna rasula allahi nastahmiluhu fahalafa an la yahmilana fahamalana. faqala abu musa faatayna annabiyya fadzakarna dzalika lahu faqala " ma ana hamaltukum bali allahu hamalakum, inni waallahi in syaa allahu la ahlifu ala yaminin faara ghayraha khayran minha, ila kaffartu an yamini, waataytu adzi huwa khayrun wakaffartu ".
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah mengabarkan kepada kami Hammad, dari Ghaylan bin Jarir, dari Abu Burdah bin Abu Musa, dari Abu Musa Al-Ash'ari, dia berkata: "Aku datang kepada Rasulullah ﷺ bersama sekelompok orang dari (suku) Al-Ash'ari, meminta kepada beliau untuk diberikan kendaraan. Maka beliau bersabda, "Demi Allah, aku tidak akan memberikan kepada kalian sesuatu untuk ditunggangi, dan aku tidak memiliki sesuatu untuk menunggangi kalian." Kami tinggal di sana selama yang Allah kehendaki, kemudian datanglah unta dan beliau memerintahkan agar kami diberikan tiga ekor unta. Ketika kami berangkat, sebagian dari kami berkata kepada yang lain, "Allah tidak akan memberkahi kita, karena kita semua datang kepada Rasulullah ﷺ meminta kepada beliau untuk diberikan kendaraan, dan walaupun beliau telah bersumpah untuk tidak memberikan kepada kita, beliau tetap memberikan kepada kita." Maka kami kembali kepada Nabi dan menyebutkan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda, "Aku tidak memberikan kepada kalian kendaraan, tetapi Allah yang memberikan. Demi Allah, jika aku bersumpah, lalu melihat sesuatu yang lebih baik dari yang pertama, aku akan menebus sumpahku dan melakukan yang lebih baik dan menebusnya."