Bab Menepati Nadzar
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ يَقُولُ أَوَلَمْ يُنْهَوْا عَنِ النَّذْرِ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنَّ النَّذْرَ لاَ يُقَدِّمُ شَيْئًا، وَلاَ يُؤَخِّرُ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِالنَّذْرِ مِنَ الْبَخِيلِ ".
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Fulaih bin Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Said bin Al-Harith, bahwa ia mendengar Ibn Umar berkata, "Bukankah mereka dilarang untuk bernadzar? Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya nadzar tidak mendatangkan sesuatu dan tidak pula menundanya, tetapi dengan nadzar, sebagian harta orang yang kikir dikeluarkan.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
