Penjelasan Hadits Bukhari No. 665 tentang Ketentuan orang sakit menghadiri salat jamaah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kondisi Nabi ﷺ di akhir hayatnya yang tetap ingin dirawat di rumah Aisyah رضي الله عنها, dan beliau keluar dengan dipapah dua orang karena lemahnya. Hadits ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada Aisyah, keutamaan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, serta bolehnya meninggalkan jamaah bagi orang yang sakit berat. Ibn Hajar menjelaskan bahwa ini termasuk bab keringanan (rukhshah) bagi orang sakit.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

Terjemahan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

QS. At-Talaq [65]: 7

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Terjemahan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang Dia berikan kepadanya. Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesulitan."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Adzan, Bab Ketentuan Orang Sakit untuk Menghadiri Jamaah, no. 665. Rawi: Aisyah رضي الله عنها, melalui jalur Az-Zuhri → Ubaidullah bin Abdullah → Ibnu Abbas.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hadits ini dalam bab keringanan bagi orang sakit untuk tidak menghadiri jamaah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan keutamaan Ali bin Abi Thalib dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada Aisyah.
  • Az-Zuhri (perawi dalam sanad ini) adalah salah satu ulama Tabi'in yang menjadi rujukan utama dalam hadits ini.

Penjelasan Rinci

1. Konteks hadits:

Hadits ini menggambarkan saat-saat terakhir kehidupan Nabi ﷺ. Meskipun sakitnya sangat berat, beliau tetap memilih dirawat di rumah Aisyah رضي الله عنها. Ini menunjukkan:

  • Kasih sayang dan kedekatan Nabi ﷺ dengan Aisyah.
  • Keutamaan Aisyah sebagai istri yang paling dicintai Nabi ﷺ, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain yang shahih.

2. Hukum sakit dan jamaah:

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa orang sakit berat boleh meninggalkan jamaah shalat, bahkan shalat berjamaah di masjid. Ini adalah bentuk keringanan (rukhshah) dalam Islam, sesuai firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 286.

Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa sakit yang membolehkan meninggalkan jamaah adalah sakit yang menyulitkan atau memberatkan, bukan sakit ringan.

3. Identitas Ali bin Abi Thalib:

Ibnu Abbas رضي الله عنه menjelaskan bahwa lelaki kedua yang tidak disebutkan Aisyah adalah Ali bin Abi Thalib. Ini menunjukkan:

  • Keutamaan Ali bin Abi Thalib sebagai orang yang dekat dengan Nabi ﷺ di saat-saat terakhir.
  • Aisyah tidak menyebut namanya mungkin karena tidak melihat dengan jelas atau karena tidak mengenalinya, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar.

4. Adab dan hikmah:

  • Nabi ﷺ tetap meminta izin kepada para istrinya untuk dirawat di rumah Aisyah. Ini menunjukkan adab beliau dalam bermusyawarah dan menghormati hak-hak istri-istrinya.
  • Meskipun sakit, Nabi ﷺ tetap berusaha hadir dalam keadaan dipapah. Ini menunjukkan semangat beliau dalam beribadah, namun juga memberikan pelajaran bahwa sakit berat adalah udzur yang syar'i.

5. Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah dan Ibn Qayyim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya meninggalkan jamaah bagi orang sakit, namun tidak boleh meninggalkan shalat itu sendiri. Shalat tetap wajib dikerjakan sesuai kemampuan, baik berdiri, duduk, atau berbaring.

Story Telling

Aisyah رضي الله عنها bercerita: "Ketika sakit Nabi ﷺ semakin parah, beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumahku. Mereka mengizinkan. Beliau keluar dengan dipapah dua orang, kakinya menyeret di tanah. Beliau berada di antara Al-Abbas dan seorang lelaki lain."

Ubaidullah bin Abdullah kemudian menceritakan kisah ini kepada Ibnu Abbas. Ibnu Abbas bertanya, "Apakah kamu tahu siapa lelaki yang tidak disebutkan Aisyah?" Ubaidullah menjawab, "Tidak." Ibnu Abbas berkata, "Dia adalah Ali bin Abi Thalib."

Hikmah dari kisah ini:

  • Kasih sayang Nabi ﷺ kepada Aisyah sangat besar, hingga di akhir hayatnya beliau memilih dirawat di rumahnya.
  • Ali bin Abi Thalib adalah orang yang dipercaya untuk membantu Nabi ﷺ di saat-saat kritis.
  • Para sahabat saling mengoreksi dan melengkapi informasi, sebagaimana Ibnu Abbas melengkapi riwayat Aisyah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi orang sakit: Boleh meninggalkan shalat berjamaah di masjid jika sakitnya berat, namun tetap wajib shalat sesuai kemampuan.
  2. Bagi yang sehat: Tetap semangat menghadiri jamaah, karena Nabi ﷺ sendiri berusaha hadir meskipun sakit.
  3. Adab bermusyawarah: Nabi ﷺ meminta izin kepada para istrinya, menunjukkan pentingnya musyawarah dalam keluarga.
  4. Keutamaan Ali bin Abi Thalib: Termasuk sahabat yang dekat dan dipercaya Nabi ﷺ.
  5. Keutamaan Aisyah: Istri yang paling dicintai Nabi ﷺ dan tempat beliau dirawat di akhir hayat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?