Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat, Adam عليه السلام dipanggil pertama kali dan diperintahkan mengeluarkan penghuni neraka dari keturunannya, yaitu 99 dari setiap 100 orang. Para sahabat merasa cemas, lalu Nabi ﷺ menenangkan mereka bahwa umat beliau dibanding umat lain bagaikan sehelai rambut putih pada lembu hitam — jumlahnya sedikit, namun tetap ada. Hadits ini mengajarkan pentingnya keselamatan iman dan tidak merasa aman dari murka Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Ar-Raqaq, Bab Kaifa Al-Hasyr, no. 6529, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.
Teks hadits lengkap:
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنِي أَخِي، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَوْرٍ، عَنْ أَبِي الْغَيْثِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ "أَوَّلُ مَنْ يُدْعَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آدَمُ، فَتَرَاءَى ذُرِّيَّتُهُ فَيُقَالُ هَذَا أَبُوكُمْ آدَمُ. فَيَقُولُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ. فَيَقُولُ أَخْرِجْ بَعْثَ جَهَنَّمَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ. فَيَقُولُ يَا رَبِّ كَمْ أُخْرِجُ فَيَقُولُ أَخْرِجْ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ". فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا أُخِذَ مِنَّا مِنْ كُلِّ مِائَةٍ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، فَمَاذَا يَبْقَى مِنَّا قَالَ "إِنَّ أُمَّتِي فِي الأُمَمِ كَالشَّعَرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي الثَّوْرِ الأَسْوَدِ".
Terjemahan: "Orang pertama yang dipanggil pada Hari Kebangkitan adalah Adam, yang akan diperlihatkan kepada keturunannya, dan dikatakan kepadanya, 'Inilah ayah kalian, Adam.' Adam menjawab, 'Labbaik wa Sa'daik.' Kemudian Allah berkata, 'Keluarkan dari keturunmu, orang-orang neraka.' Adam berkata, 'Ya Rabb, berapa banyak yang harus aku keluarkan?' Allah berkata, 'Keluarkan sembilan puluh sembilan dari setiap seratus.' Para sahabat berkata, 'Wahai Rasulullah! Jika 99 dari setiap 100 dari kami diambil, apa yang tersisa dari kami?' Beliau bersabda, 'Umatku dibanding umat-umat lain adalah seperti sehelai rambut putih di lembu hitam.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Terjemahan: "Sungguh beruntung orang-orang mukmin, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya."
QS. Al-Qamar [54]: 47-48
إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
Terjemahan: "Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan dan (dalam) api yang menyala-nyala. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, (dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka Saqar.'"
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk hadits tentang hari kiamat dan syafaat. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam Kitab Ar-Raqaq (bab tentang kelembutan hati), yang menunjukkan bahwa hadits ini menyentuh hati untuk tidak lalai dari akhirat.
Poin-poin utama:
- Adam عليه السلام dipanggil pertama kali — Ini menunjukkan kedudukan Adam sebagai bapak seluruh manusia. Allah memanggilnya dan memperlihatkan keturunannya. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia akan dikumpulkan dan dihadapkan kepada Allah, dan Adam akan menjadi saksi atas keturunannya.
- Perintah mengeluarkan penghuni neraka — Allah memerintahkan Adam untuk mengeluarkan "ba'ts jahannam" (orang-orang yang dikirim ke neraka) dari keturunannya, yaitu 99 dari setiap 100. Ini menunjukkan bahwa mayoritas manusia akan masuk neraka karena kekufuran dan kemaksiatan mereka. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa angka ini adalah untuk umat manusia secara keseluruhan, bukan khusus umat Nabi Muhammad ﷺ.
- Kekhawatiran para sahabat — Para sahabat merasa cemas karena jika 99 dari 100 diambil, maka hanya sedikit yang tersisa. Ini menunjukkan keimanan dan rasa takut mereka kepada Allah. Mereka tidak merasa aman dari azab Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf [7]: 99: "أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ" (Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi).
- Kabar gembira untuk umat Nabi ﷺ — Nabi ﷺ menenangkan mereka dengan sabda: "Umatku dibanding umat-umat lain seperti sehelai rambut putih di lembu hitam." Ini berarti umat Islam jumlahnya sedikit dibanding umat lain yang masuk neraka, namun mereka tetap ada dan selamat. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan sedikitnya jumlah umat Islam yang selamat dibanding umat lain, namun bukan berarti tidak ada.
Perbedaan pendapat ulama daftar:
- Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa angka 99 dari 100 berlaku untuk seluruh manusia, dan umat Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian kecil yang selamat.
- Ibn Katsir menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa mayoritas manusia akan masuk neraka, dan ini sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa kebanyakan manusia tidak beriman.
- Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini mendorong umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam beriman dan beramal, karena keselamatan bukanlah hal yang otomatis.
Yang paling kuat: Pendapat yang menyatakan bahwa angka 99 dari 100 adalah untuk seluruh umat manusia, dan umat Nabi Muhammad ﷺ adalah bagian yang sedikit namun selamat. Ini sesuai dengan zahir hadits dan penjelasan Imam An-Nawawi serta Ibn Katsir.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ menyebutkan tentang hari kiamat dan besarnya huru-hara pada hari itu. Para sahabat bertanya dengan penuh kekhawatiran, "Wahai Rasulullah, apakah kita akan melihat Allah pada hari itu?" Beliau menjawab dengan sabda yang menenangkan. Dalam riwayat lain, ketika Nabi ﷺ membacakan ayat tentang hari kiamat, para sahabat menangis dan hati mereka bergetar. Mereka adalah orang-orang yang paling takut kepada Allah, namun juga paling berharap kepada rahmat-Nya.
Imam Al-Hasan al-Bashri, seorang tabi'in yang terkenal, pernah berkata, "Sesungguhnya orang mukmin adalah orang yang menggabungkan antara rasa takut dan rasa harap. Ia takut kepada azab Allah, namun ia berharap kepada rahmat-Nya." Ini adalah pelajaran dari para sahabat yang cemas ketika mendengar hadits ini, namun ditenangkan oleh Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Jangan merasa aman dari azab Allah — Para sahabat saja merasa cemas, apalagi kita yang penuh dosa. Hendaknya kita selalu bertaubat dan memperbanyak amal saleh.
- Perbanyak istighfar dan taubat — Karena mayoritas manusia akan masuk neraka, kita harus berusaha menjadi bagian dari yang selamat dengan iman dan amal saleh.
- Jangan putus asa dari rahmat Allah — Nabi ﷺ menenangkan umatnya bahwa mereka tetap ada dan selamat, meskipun jumlahnya sedikit. Ini adalah kabar gembira bagi orang yang beriman.
- Perbanyak doa dan zikir — Sebagaimana Adam menjawab dengan "Labbaik wa Sa'daik", hendaknya kita juga selalu siap memenuhi panggilan Allah dengan ketaatan.
- Berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah — Karena hanya dengan itu kita bisa selamat dari fitnah dan azab.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.